Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Jordaneta

Jordaneta

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 25, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Jordan Bagaskara Anetta Hadikusuma Kisah cinta antar remaja. Kisah dimana Anetta seorang gadis remaja penggemar dunia lukis dan segala hal berbau seni yang jatuh cinta kepada Jordan Bagaskara. Ordan adalah sebutan cowok troublemaker dan badboy sekolah, paling suka tawuran. Mottonya "Lo hancurin hatinya, Gue hancuran muka lo!" "Gue cinta sama lo, Dan!" Netta mengungkapkan semuanya bersama hujan sore ini. "Maaf ta," hanya dua kata itu yang keluar dari mulut Ordan. Akankah Ordan membalas cinta Netta atau justru pura-pura ngak peka? Baca yuk !
Todos los derechos reservados
#778
peka
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Reynand & Joya | END
  • REGRET
  • ALFIREN
  • Nara [SUDAH TERBIT]
  • Alfaran
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Bukti [COMPLETED]
  • RION IS MY MANTAN!
  • ARDILA & DINAR

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido