Alunan Melodi Tasbih (SEGERA TERBIT)

Alunan Melodi Tasbih (SEGERA TERBIT)

  • WpView
    Leituras 77,931
  • WpVote
    Votos 2,711
  • WpPart
    Capítulos 22
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, set 23, 2019
Nadifa Syakila Azwar. Ya Aku bangga memiliki nama ini, nama indah pemberian papa, betapa teramat aku menyayangi papa setelah mama tentunya, mereka adalah dua malaikat nyata yang Allah kirimkan untuk selalu menjagaku. Tapi percayalah takdir tak selalu indah. Bagaimana tidak, di usiaku yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, waktu sudah memperkenalkanku pada sebuah kenyataan menyakitkan yang dinamakan pengkhianatan. Mungkin saat itu usiaku masih terlalu dini untuk mengerti arti sebuah kata Cinta, dan hal yang menyakitkan yang dirasakan mama saat papa memilih pergi untuk wanita lain. Yang aku tahu alasan papa pergi saat itu hanya karena papa benci melihatku yang teramat manja padanya dan selalu memintanya membelikanku mainan-maninan baru. Akan tetapi seiring bertambahnya usiaku, dengan perlahan aku mengerti semua itu. Detik itu juga aku ikrarkan bahwa aku Membenci Papa bersama potongan utuh kisah menyakitkan itu. Aku sangat mengerti dimana posisiku, aku hanya seorang hamba yang tidak sedikitpun pantas menyalahkan ketetapannya. Cinta adalah fitrah-Nya yang diberikan kepada setiap umatnya. Namun diantara banyak pria di dunia ini kenapa harus pria itu, pemilik nama Arfian Ahda Alkantara yang tak lain adalah anak angkat dari papa dan tante Resya, wanita yang telah merebut papa dariku. Aku tidak akan pernah mencium bau syurga-Nya jika masih ada rasa kebencian tertanam subur dihatiku. Bukan kata maaf yang aku sesali, tapi keikhlasan yang tak kunjung hadir meski jauh dalam nuraniku mengharapkan setitik bahagia dari cinta-Nya yang ia titipkan kepada makhluk bernama pria.
Todos os Direitos Reservados
#22
keren
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Rafiq Aljinah [TELAH TERBIT]
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Takdir Sang Ilahi
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo