Sentient

Sentient

  • WpView
    Reads 822
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 26, 2018
"Kematianku sangat dekat, tapi memangnya sejak awal aku telah hidup?" Aku membenci diriku, aku juga mungkin membenci dunia ini. Aku benci melihat mereka yang bisa bahagia meski terus terluka. Kematian datang saat aku menjauhinya, dan bersembunyi ketika aku mencarinya. Baiklah, permainan akan dimulai. Persahabatan. Cinta. Kesedihan. Kebencian. Balas dendam. Penyesalan. Pengkhianatan. Kekayaan. Kekuasaan. Pemberontakan. Yang mana yang akan bertahan? • Bukan penulis profesional, maaf jika memiliki banyak kekurangan. • Belum di edit. • Komentar kasar akan dihapus, berilah kritik tanpa provokasi. • Ide berasal dari diri sendiri dengan improvisasi berdasarkan pihak lain.
All Rights Reserved
#92
lie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • RAESHA (Revisi)
  • Hopeless
  • Remember I LOVE U
  • The Other You
  • Revenge [End]
  • Stupid Play
  • Revenge Love

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines