Rasa di asa Rindu

Rasa di asa Rindu

  • WpView
    Reads 280
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 14, 2018
Terlebih lagi merindukan seseorang yang sangat kita cintai. Hal tersebut membawa rindu menjadi sebuah keresahan, akan teringat kembali kenangan yang pernah terukir kala itu. Rindu memang tidak pandai dalam menyembunyikan rasa, banyak orang mencadi candu akan rindu. Bisa dikatakan bahwa rindu itu hal yang sangat menyiksa, rindu bisa membuat seseorang menjadi tidak karuan karena yang namaya perasaan tidak pernah bisa di bohongi. Salah satu cara yang dapat mengobati rindu ialah bertemu, yaa bertemu dengan seseorang yang kita rindukan. ~ir.kucel
All Rights Reserved
#817
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐃𝐔𝐊𝐀 ✔
  • Inginku Memilikimu
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • MY MJ (End)
  • Puisi Romantika Kuno
  • Davino [End] ✔
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Arsa senja dan kenangan bersamamu

Rasa rindu dalam hati... Ada kalanya kita merasa lelah akan semua masalah dalam hidup. Ada kalanya pula kita terlalu berbahagia dengan apa yang sudah berhasil kita raih. Namun, apakah semua itu cukup untuk menghentikan rasa rindu ini? Rindu yang kapan saja menyiksa hati. Rindu yang kapan saja selalu menorehkan luka. Kehilangan adalah pelajaran paling penting yang kita raih setelah menyia-nyiakan. Bukan ingin sok pintar atau sok memahami, namun apakah kita pernah menyadari saat perlahan seseorang yang kita sia-siakan pergi? Apakah kita bisa mengetahuinya secara langsung dan menghentikannya? Jawabannya tidak. Hanya satu yang harus kita tahu... Hati memang pemilih dan pemilik mental terbaik. Namun jika sekali saja tertoreh sebuah luka di dalamnya, maka sampai kapan pun luka itu tidak akan pernah sembuh. Sekuat apapun berusaha dan sekuat apapun kita menyembuhkannya. Hingga pada akhirnya, air mata pun tidak bisa lagi menggambarkan rasa sakit itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines