Weird
  • WpView
    Reads 1,073
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 3, 2018
Tak terasa tetes demi tetes mengalir jelas di wajahnya, dengan senyum manis yang terpancar jelas diwajahnya, sudah pasti dia menyembunyikan sesuatu. "ada apa denganmu?" kataku dengan penasaran "aku tidak apa apa" "aku benar benar tidak apa apa" "aku bersumpah aku tidak apa apa" ucapnya sambil begetar "lalu mengapa kamu menangis?" kataku lagi. Sepertinya aku salah ucap, setelah aku mengucapkan itu, suara tangisan yang begitu nyaring dan keras keluar jelas dari mulutnya, dia terlihat seperti memendam sesuatu yang begitu lama di pendam dan akhirnya dituang dalam tangisnya yang pecah. "di-di-ia-aa kem-em-em-ba-l-ii" katanya dengan tersendat sendat.
All Rights Reserved
#27
sugardaddy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunga terakhir, Camelia
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • A Little Foolishness (END) - PINDAH KE KUBACA
  • Future Perfect
  • You're Here, But Not For Me
  • The Unwritten Rule [21+]
  • Stay Here
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND

[Based on true story] "Kalo gue boleh milih itu udah pasti lo!" Camelia menyenderkan kepalanya di bahuku. "Andai aja gue belom dilamar sama dia, gue pasti masih menunggu sampai lo siap." Lanjutnya. "Iya gue percaya." Sahutku sembari membelai surai hitam panjangnya, mencium aroma tubuhnya yang selalu aku suka. "Kalo gitu, kenapa gue gak bisa sama lo?" Tanyanya mengendurkan jarak dan menatapku, ada rasa ketidakpuasan tercipta dimatanya. Aku menghela nafas, "Kehendak Tuhan." Camelia diam, tak lama perempuan berwajah ayu itu memajukan kepalanya mendekati wajahku. Ia menciumku. Tepat di bibir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines