We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Red Lips
  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 2, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Keira Andini, si wanita angkuh, kasar dan menyebalkan tapi semua pria setuju kalau Kei itu CANTIK dan SEXY. Lihat saja senyum mematikan yang tersungging di bibir merahnya. Sekali lihat pria-pria langsung terjerat oleh pesona yang dimiliki Kei. Tapi sayang Kei itu brengsek dan tidak suka berkomitmen. Mungkin sudah tidak tehitung berapa banyak pria tampan dan mapan yang cintanya ditolak oleh Kei. Lalu bagaimana jika Tristan, mantan Keira yang sama brengseknya dengan dirinya hadir kembali ke kehidupan Kei?! Dan lebih parah lagi Tristan adalah bos baru di tempat Kei bekerja?! Tapi, ada yang aneh dari Tiristan. Pria itu banyak berubah. Tristan menjadi sosok yang dingin dan minim ekspresi. Jauh berbeda dengan Tristan yang dikenal Kei waktu SMA dulu sehingga membuat Keira bingung dalam menghadapi Tristan. Belum selesai sampai disitu tiba-tiba saja Juna salah satu mantan Keira sewaktu kuliah, datang kembali menemui Keira dan mengaku sebagai adiknya Tristan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)
  • Office Hours
  • I COFFEE YOU
  • DEAR SOPHIA
  • Jandanya Raksa
  • Titah Agung
  • My Sweetest Popcorn
  • Ok, Boss! [Re-Post]
  • Yes, Sir!

"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".

More details
WpActionLinkContent Guidelines