Story cover for Gone- by sudartiwi
Gone-
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 26, 2018
Kau tau bagaimana di abaikan? Apa kau tau bagaimana rasanya tak di anggap? Apa kau tau rasanya tak di inginkan? Apa kau tau bahwa keberadaan mu hanya membuat susah? Terlebih lagi itu di lakukan oleh orang tua mu sendiri.

Apa itu sakit? Ya, sangat sakit. Apa kau lelah? Ya, aku sangat lelah. 

"Maaf"

"Maaf aku menyusahkan mu, tolong biarkan aku pergi, aku lelah, sangat. Maafkan aku"
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Gone- to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Our Destiny (END) by park_keyza
44 parts Complete
Kim Namjoon Hidupku sulit karena orang tuaku pergi meninggalku sendiri demi pekerjaan membuatku tak memiliki tujuan hidup sama sekali bahkan aku sekolah hanya karena nama orang tua Kim Seokjin Hidup sebagai seorang anak dari seorang pengusaha yang berpengaruh di korea membuatku tertekan, hidupku hanya untuk menuruti setiap kemaunan kedua orang tuaku tanpa bisa membantah Min Yoongi Aku seorang anak yang tak diingikan oleh keluargaku sendiri membuatku memiliki sikap dingin bahkan aku tak punya teman sama sekali, aku hanya suka musik dan hal yang aku suka adalah menulis lirik Jung Hoseok Aku menyukai dance namun orang tuaku menolak dan menyuruhku sekolah kedokteran membuatku memberontak dan pergi dari rumah, aku bekerja part time demi membiayanyi sekolahku dan hidupku Park Jimin Lahir dari keluarga miskin membuatku tak memiliki teman bahkan kehidupan sekolahku tak seperti orang lain Kim Taehyung Namja tampan yang terlahir dari keluarga seorang petani membuat taehyung mendapatkan pembullyan di sekolahnya Jeon Jungkook Namja dari busan yang merantau demi cita citanya menjadi seorang artis membuat ia memiliki masalah di hidupnya, hanya bela diri yang ia gunakan untuk membela dirinya setiap hari Cerita ini menceritakan BTS pada masa mereka belum bertemu, di masa mereka tak saling mengenal dan saling tak peduli sama lain dan bagaimana mereka akhirnya bertemu dan menjadi seorang idol dengan nama BTS Kalau kepo baca aja Update setiap minggu, semoga suka 9 sep 2019 - 6 sep 2020
You may also like
Slide 1 of 9
Don't Talk About Money cover
This Love cover
IDOL VS MANAGER cover
AIR MATA AWAN || YU JUNWON cover
Don't Say Goodbye || BTS cover
Our Destiny (END) cover
I AM YOU || Han Jisung ✔ cover
My Lovely Family (completed) cover
The Path of Destiny (On Going) cover

Don't Talk About Money

55 parts Complete

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"