Terkadang orang yang paling kita tunggu bisa tiba-tiba biasa saja. Rasa yang bergebuh-gebuh untuknya tiba-tiba hambar seperti kehilangan nikmat untuk di santap, bahkan setelah sebuah pernyataan yang begitu di tunggu itu terungkap. Mungkin saja kemarin rasa itu terjebak dalam sebuah ruang yang di sebut janji. Janji sebuah kepulangan, janji untuk kesetiaan.
Menunggu bukanlah pilihan, memaafkan bukanlah keharusan. Namun berdamai dengan masa lalu adalah keharusan yang tak punya pilihan.
Ini adalah tulisan saya yang teenlit sekali. Mungkin di dalamnya banyak keadaan dimana itu tak akan di sukai bagi penggemar cerita genre lain. Kritik dan sarannya 😊
Sinar selalu terlihat cerah di antara kami. Senyumnya yang lebar, tawanya yang riang, selalu menghidupkan suasana. Tapi aku tahu, ada sesuatu yang tersembunyi di balik itu semua-sebuah luka yang perlahan tumbuh, namun jarang terlihat oleh orang lain.
Aku datang tanpa banyak berpikir, hanya seorang teman yang awalnya hanya sekadar rekan. Tapi perlahan, aku menjadi saksi perjalanan hidup Sinar, kebahagiaan yang memudar dan kehancuran yang terjadi begitu mendalam.
Ini bukan cerita tentang siapa yang lebih kuat atau lebih hebat, tapi tentang siapa yang memilih tetap ada, tetap bertahan meskipun semuanya berubah dan tak lagi seperti dulu.
Sebuah kisah tentang persahabatan yang diuji oleh waktu, kehilangan yang tak terhindarkan, dan usaha untuk kembali menemukan jalan pulang.