MENCINTAIMU

MENCINTAIMU

  • WpView
    Reads 2,070
  • WpVote
    Votes 226
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sangatlah sulit jika keinginan tak sejalan dengan hati. Ingin menjauh dan memaksa untuk pergi namun baru beberapa langkah saja sudah terasa amat berat. Acha sapaan sehari-hari anak ini. Pikirannya masih kalut dan dilema sejak kejadian yang menimpanya kemarin. Ia kemudian memutuskan untuk berhenti sejenak di salah satu halte bus dipinggir jalan. Walaupun ia tengah-tengah berada di keramaian tetapi ia tetap merasa kesepian yg begitu mendalam. Tiba-tiba handphonenya berdering, satu pesan masuk kemudian ia buka "Cha.." tulis pengirim pesan itu. Ia kemudian langsung menyandarkan diri di tembok dingin tepat dibelakangnya sambil menarik nafas dalam-dalam, ia mencoba mengingat kembali. Kepingan demi kepingan ingatan coba ia kumpulkan, ia masih sangat ingat aroma parfum yang pria itu gunakan saat pertama kali bertemu, ia juga masih hafal suara pria itu disaat ia memanggilnya, ia masih ingat bagaimana cara pria itu menggenggam tangannya, bagaimana caranya menatap, tertawa, merengut, ia masih ingat akan semua hal tentang dirinya. Tersadar akan lamunan yang hampir menenggelamkannya, Acha seketika bangun dan memandang langit yang biru muda kala itu, sambil mengucap dalam hati "Hmm.. Aku mencintainya" ucapnya, sesungging senyuman nampak terlihat walaupun sedikit. Ia kemudian menarik tasnya dan bergegas untuk berangkat ke kampusnya.
All Rights Reserved
#957
random
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lemonade Love ✔
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Can I Call You Mine?
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • Strawberry
  • My Barista Boy(Friend)
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Perfect uncle ✓

[Follow dulu sebelum membaca] Tisha Baretta mencoba bertahan dan berjuang menjalani kehidupannya yang terasa sangat berat selepas kematian mendadak orang tuanya karena kecelakaan. Ia mencoba menjalani hari-harinya sambil menemukan cara untuk menikmati kehidupannya. Jejeran buah lemon di dapur kafe tempatnya bekerja dan berbagai menu lemon yang ia hantarkan ke pelanggan, mampu membuatnya tersenyum menjalani pekerjaannya. Lemon memang mengingatkannya akan perkataan Papanya tentang sebuah filosofi kehidupan. Hidup memang tidak selalu menyajikan apa yang kita inginkan, tapi kita pasti menemukan cara untuk menikmati hidup. Lemon memang terasa sangat asam bila langsung memakan buahnya, tapi rasa asamnya bisa dinikmati jika mengolahnya menjadi segelas ice lemonade. Filosofi lemon itu yang membuatnya mampu bertahan menjalani hari-harinya yang terasa sangat berat. Karena Lemon, Tisha juga mengenal seorang pria misterius. Pria yang selalu duduk diam menatap segelas ice lemonade yang ia pesan di kafe tempatnya bekerja. Pria yang selalu sendirian sambil mendengarkan musik melalui earphone. Pria itu tak pernah mengalihkan pandangan dari gelas yang ada dihadapannya. Pria itu juga secara konsisten datang di jadwal kerjanya pada akhir pekan. Tisha tidak pernah menyangka bahwa lemon juga menghantarkannya pada sebuah petualangan hidup yang mendebarkan, menyedihkan, dan membuat hidupnya penuh warna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines