Namaku Tara, remaja perempuan kelas XI. Aku berbeda dari remaja kebanyakan.
Sejak kejadian 14 tahun silam, aku berubah menjadi sosok Tara yang lain. Aku sangat tertutup.
Aku Tara, dan aku penderita tuna rungu. Aku masih bisa berbicara. Tidak seperti yang orang lain pikirkan.
Aku menjadi seseorang yang mudah menyerah sejak itu. Disini tanpa orang yang aku sayang, buat apa aku hidup?
Tapi karena mu. Ya, kamu yang sudah berbicara dengan pintu hatiku yang sekeras dan sedingin tebing es ini. Terimakasih karena kamu mampu membuatku menjadi Tara yang ceria lagi.
Namun mengapa kamu menghilang begitu saja saat aku mulai nyaman bersamamu?
From : Tara
To : Noah
ketika aku mengalami titik terendah, dimana aku hidup sendirian, sebatang kara dan harus membiayai uang kuliah ku nanti, Tetapi semua berubah ketika aku bertemu dengannya, hidupku seperti roller coaster, naik turun, permasalahan bukannya berkurang malah makin bertambah dan dia telah meruntuhkan dinding tebal yang ku buat.
Bagaimana bisa? Dia cuma manusia biasa, dia tidak spesial lagi pula mengapa dia sangat tertarik dengan ku? Aku kumal, tidak terlalu pintar, orang tidak punya, tapi dia kekeh untuk berkenalan denganku.
Sejak saat itu orang-orang asing mulai memasuki kehidupanku, tanpa ku sadari aku membiarkan mereka mengisi hidupku yang hampa ini, aku membiarkan mereka tinggal dalam kehidupanku. sampai suatu saat hal yang tak pernah ku bayangkan akan terjadi, menimpaku dan itu membuatku harus pergi.