ONE TIMES TWO

ONE TIMES TWO

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 13, 2019
[1x2] ONE TIMES TWO Perfect does't mean perfect. • • Ray, atlet taekwondo yang telah melalang buana disetiap kejuaraan, medali emas sudah biasa baginya. Kehidupan yang bisa dibilang sempurna karena memiliki keluarga yang harmonis dan teman tempat ia berkeluh kesah, Keela namanya. Namun, kehidupan sempurna itu seketika berubah karena sebuah kecelakaan. Dan karena kecelakaan itu dia datang. Dia. Ray melihatnya, tapi orang lain tidak. Karena dia, sikap Ray berubah. bukan lagi Ray yang Keela kenal. Sikapnya menjadi tertutup, seolah Ray tidak lagi membutuhkan orang lain selain dia. Ray tidak lagi membutuhkan pelukan hangat Keela. Ray sudah punya dia. Dia, berhasil menguasai Ray, mengambil Ray dari Keela. Keela tidak akan tinggal diam, bagaimanapun Ray harus terlepas dari dia. Siapa tahu? Dia, lambat laun akan menyakiti Ray. Ingat! Dia, tidak bisa dilihat oleh orang lain selain Ray sendiri! Dia bukan makhluk astral yang bergentayangan. Dia...
All Rights Reserved
#14
friendshipgoal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]
  • JAM 3 SORE
  • SATYAPREMA
  • NISKALA ;Fractured Bonds
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • DEVIAN [END]
  • ALATAS
  • Keano
  • Kelas A [End]

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines