Marriage with you

Marriage with you

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Stemmen 22
  • WpPart
    Delen 7
WpMetadataReadVoor volwassenenLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd vri, mrt. 16, 2018
WpInfo
Fictie
Romantiek
seorang gadis yang berumur 22 tahun yang d jodohkan oleh seorang badboy di masa lalu yang membuat dia mengalami trauma berat dan mengubah dirinya menjadi sosok yang cuek dan pendiam " aku tak tau ayah, apakah aku bisa menerima perjodohan ini dan mempertahankan pernikahan ku nanti atau tidak. aku tak tau ayah, apakah aku bisa menerima perjodohan ini dan mempertahankan pernikahan ku nanti atau tidak. Aku tidak begitu mengenalinya. Dia orang yang membuat ku mengalami trauma ini (ucap sasa dalam hati), jadi bagaimana bisa aku menerimanya dengan baik? -Alessia Maxime " Ayah yakin kamu bisa nak, menurut ayah dia orang yang baik, dia itu anak dari rekan bisnis ayah, jadi cobalah terima perjodohan ini. Ayah mohon ayah ingin yang terbaik untuk kamu" -Ayah (Daniel Maxime) "hy long time no see sweetheart" kata Arsen dengan smirknya -Arsen bramantio
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Suddenly Marriage
  • Istri yang tak di inginkan
  • ISTRI BAYARAN-PEMUAS NAPSU (ON GOING)
  • The Man
  • Forever Cinta
  • NATHALA
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Bos galak perjodohan ceo

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen