Story cover for ERDEE by ramaerdee
ERDEE
  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Feb 28, 2018
"Guru yang paling baik itu adalah sebuah pengalaman" kata pepatah itu lah yang ku pegang teguh sekarang ini disaat aku teluka, disaat aku ingin memulai hal yang baru kata pepatah itu lah yang slalu ku ingat. 

Punya masa lalu yang kelam berarti itu adalah guru ku yg sebenarnya

Hari ini aku bukan lagi diriku yang dulu, aku harus bisa melupakan mu tapi tidak untuk mengulangi kesalahan yang sama dengan siapa pun itu 

Hari demi hari yg ku lalui sampai ku bertemu dengan sebuah keajaiban yang bisa mematahkan pepatah yang telah lama ku pegang teguh dengan utuh 

Ya keajaiban itu KAMU
All Rights Reserved
Sign up to add ERDEE to your library and receive updates
or
#49could
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 10
WAVER [Completed] cover
My Junior My Love ✔️ cover
About feeling{Aira Agatha}Complete✔️ cover
Di Balik Layar [Completed] cover
Meninggalkan Tanpa Pamit cover
Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan] cover
Eliinaa cover
xena✅(REVISI) cover
Seolah 2 pandang Part 1 (End)  cover
Have a Nice Dream [Completed] cover

WAVER [Completed]

45 parts Complete

Ketika cinta dibiarkan terbagi, di saat itulah hati diharuskan memilih. Jika mereka bagaikan hujan dan matahari, aku selalu butuh keduanya untuk dapat melihat pelangi. Hujan selalu meneduhkanku, membiarkan semua masalahku ikut terhanyut oleh rintik airnya. Matahari yang setia menemaniku, selalu membakar semangatku agar tetap teguh menjalani hari-hariku. Lantas, siapa yang harus ku korbankan? Hujanku? Matahariku? Apakah aku harus memilih salah satunya? Atau bahkan, pergi meninggalkan keduanya?! Entahlah, kurasa ku 'bimbang' ❤❤❤ Start : 01 Maret 2019 Finish : 14 Oktober 2019 Warning! Cerita ini mengandung quotes dari berbagai sumber. Penasaran? Follow dulu biar lebih afdol.