apalah arti menunggu?

apalah arti menunggu?

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsbaper
Telah lama aku bertahan Demi cinta wujudkan sebuah harapan Namun ku rasa cukup ku menunggu Semua rasa tlah hilang Sekarang aku tersadar Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang Apalah arti aku menunggu Bila kamu tak cinta lagi Namun ku rasa cukup ku menunggu Semua rasa tlah hilang. Olivia mennyanyikan dengan sangat menghayati. Hingga tak sadar dia meneteskan air mata. Ya karena selalu teringat dengan Cinta pertamanya, ihza.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • KELINCI DI PADANG ILALANG (Yizhan) End ✅
  • Rahasia
  • First Love
  • Kita Bercerita [ Boynextdoor ]
  • Memories With SENO
  • LOVE ME NOW
  • LOVE GREET Seri 3 : Please Feel My Love #P.F.M.L

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines