Iqbaal : Semenjak dia pindah ke sekolah gue, gatau kenapa gue mulai penasaran aja gitu sama dia. Kalo di liat-liat dari mukanya nih ya, (Namakamu) tuh kalem banget. Adem gitu kalo ngeliat muka dia yang kalem-kalem manis gitu. haha, apaan sih gue? Tapi, ini serius kok. Saat lama kelamaan gue deket sama dia, gue ngerasa dia itu beda. Jadi banyak perubahan dari diri gue karna dia.
(Namakamu) : Iqbaal ya? ..hm Iqbaal tuh gimana ya? Dia baik kok sebenernya. Ya cuma emang sikapnya aja yang agak keras. Udah lah itu aja hehe.
Ini kisah tentang Iqbaal dan (Namakamu).
Semua berawal karena Iqbaal, si anak baru di sekolah Angkasa.
Bu Septi, selaku wali kelas menyuruh Iqbaal untuk duduk bersama (Namakamu), karena tidak ada lagi kursi kosong di kelas selain di samping (Namakamu). "Oy! Siapa nama lo?" tanya (Namakamu).
"Iqbaal." jawab Iqbaal tanpa menatap (Namakamu).
"Nama lengkap?"
Kini Iqbaal menatap (Namakamu). "Iqbaal, Iqbaal Dhiafakhri."
***
d o n ' t f o r g e t t o v o t e a n d
c o m m e n t.
[ c o m p l e t e d ]
[ b e l u m d i r e v i s i ]