Prova

Prova

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Saat mata tak lagi terpejam, saat mentari pagi mulai mencium kedua pipi, dan saat semilir angin mulai menampar ringan kulit tubuh, mereka tersadar akan satu hal. Satu hal yang menjadi sangat penting untuk mereka. Hidup mereka berubah, tak lagi sama. Berubah dengan mudah seakan perubahan itu hanya sekedar membalikkan telapak tangan, seakan semudah mengedipkan mata, dan seringan memecahkan gelas. Ketika hidup mereka baik - baik saja, ketika mereka merasa benar - benar sudah ada di puncaknya tentang bahagia, rasa sakit yang di sebabkan oleh orang yang paling mereka percaya adalah hal yang tidak bisa di maafkan. ©Hak Cipta Terlindungi, 2018, Oleh Nourls
All Rights Reserved
#155
awan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Antara ✔
  • Hurt
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)
  • Puing luka
  • Sebuah Rasa
  • Elegi Rasa : Pergi
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Kaka&Rara [Completed]
  • KENZOYA
  • MARSELANA

Terakhir kali bias jingga datang, Jagat sedang menikmati sorenya ditemani alunan musik yang sengaja diputar berulang-ulang. Sampai ketika senjanya benar-benar menghilang, Jagat masih enggan untuk beranjak pulang. Alasannya sederhana, Jagat hanya ingin menetap lebih lama, menyaksikan bagaimana sore berganti malam dalam kesendiriannya. Atau justru hanya sebuah kesengajaan agar perlahan-lahan Jagat terbiasa merasakan sakitnya ditinggalkan. Pelan-pelan. Agar lukanya tidak semakin dalam. Sampai ketika Jagat sadar, bahwa senjanya sudah lama terbenam, detik itu rasanya angin seakan berbisik tentang berbagai macam kehilangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines