AKU BUKAN TERORIS

AKU BUKAN TERORIS

  • WpView
    Bacaan 1,425
  • WpVote
    Undian 27
  • WpPart
    Bahagian 26
WpMetadataReadCerita Lengkap Jum, Mac 2, 2018
ABIDAH harus terus berlari dan bersembunyi. Semua itu terjadi hanya lantaran sang suami, Muslihin, dituduh terlibat dalam peristiwa peledakan bom di Bali. Abidah sempat diperiksa di Polda, namun ia hanya dimintai keterangan sebagai saksi. Tetapi setelah ada tujuh lelaki berpakaian safari yang memeriksanya secara marathon selama 13 hari berturut-turut - yang tak ia ketahui di mana diperiksa dan siapa pemeriksanya - status Abidah berubah. Ia bukan lagi sebagai saksi namun sudah dianggap sebagai bagian dari organisasi teroris itu. Cap itu sangat melekat. Apalagi tiga orang yang mengaku sebagai pengacara dan siap mendampinginya memberitahukan latar belakang keluarga Abidah, bahwa ternyata ayahnya adalah aktivis DI/TII, pamannnya yang tinggal di Kuala Lumpur pun aktivis gerakan yang sama. Dua hal yang sebelumnya tak pernah didengar oleh Abidah. Lebih dari itu, suaminya pun ternyata aktivis Jamaah Islamiyah. Maka, cap itu pun semakin tebal. Apalagi setiap hari Abidah selalu mengenakan burka yang senantiasa diidentikkan sebagai seorang yang radikal. Kampung tempatnya tinggal tak lagi mau menerimanya. Abidah diusir. Bersama anaknya yang belum genap lima tahun, Hanifah dan ibu mertuanya, Abidah harus menggelandang. Sampai kemudian ia ditolong oleh seorang satpam sebuah pompa bensin. Ternyata satpam itu mantan pencoleng, bahkan pernah dicap sebagai PKI. Di rumah satpam bernama Dulhadi itu, Abidah merasa tenteram. Para tetangga memperlakukannya secara wajar. Namun ternyata, keberadaan Abidah tetap tercium. Berkat keterangan yang diberikan oleh salah seorang operator di pompa bensin tempat Dulhadi bekerja, orang-orang yang mencari Abidah mencium keberadaannya. Rumah Dulhadi pun digerebek.
Hak Cipta Terpelihara
#891
agama
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Dikhianati Tuhan
  • Sejarah Cinta di Tanah Turki (On going)
  • [Bukan] Bidadari Surga (On Going)
  • PURNAMA DI UFUK MESRA ✔
  • Girl's
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • BUKAN PILIHAN KU
  • SENSEI, ASSALAMUALAIKUM DESU!
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia

Seorang mahasiswa Universitas Damaskus pulang kenegara tercintanya. Bermaksud mengunjungi rumah sahabat sepondoknya di Jawa Barat, Imran malah terjebak sebuah perasaan pada saat melihat seorang wanita bernama Viranda Putri sedang melakukan perbuatan mulia namun berpenampilan tidak sholehah. Perasaan yang tak dapat dilupakan bahkan sampai ia berada dikampung halamannya Aceh. Setelah memohon petunjuk kepada yang Maha Kuasa, Imran memantapkan niatnya untuk mengenal lebih jauh sosok Vira. Tak disangka, tak dianya, ternyata perempuan tersebut tak layak untuk dicintainya. Vira meminta Imran untuk melupakannya, Imran menjawab dengan pertanyaan. "Jika kau bukan jodohku, bagaimana mungkin Tuhan mengizinkanku mempunyai cinta sebesar ini padamu?" Manusia tak luput dari dosa, begitu juga Imran yang melakukan kesalahan besar dalam proses menemukan cinta sejatinya. Hingga sepasang suami istri yang hendak dibunuh Imran, bernama Alexander dan Cristine, berusaha menyelematkan Imran dari lembah hitam dan mempertemukan Imran dengan Maghfirah Qanita. Maghfirah Qanita hadir dihadapan Imran yang sedang terbaring lemah dengan wajah persis seperti Viranda Putri yang pernah diimpikan Imran! Dosa apa yang dilakukan Imran? Dihukumkah dia oleh dosanya? Apa sebab wanita berhati mulia menjadi tak layak dicintai Imran? Akankah keduanya bersatu? Atau akankah keluarga Imran merestui hubungan anaknya yang alim dengan perempuan yang disebut ibu "wanita laknat"? Maghfirah Qanita atau Viranda Putri yang dipilih Imran? Dan jangan-jangan keduanya memiliki hubungan? Pertanyaan-pertanyaan yang hanya akan terjawab didalam novel ini. Simak juga peran Abu Sallah dan Maroune yang menjadi titik balik dalam kehidupan Imran. Kisah yang penuh air mata dan romantisme ini berawal di Jakarta pada tahun 2003 dan berakhir di Perancis 13 tahun setelahnya.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi