Broken Heart

Broken Heart

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 6, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta kami tulus tapi mengapa Tuhan mengujinya sebegitu berat, sampai akhirnya salah satu harus mengalami rasanya merelakan. Sungguh ini bukan kemauan kami untuk menyakiti satu sama lain, namun keadaan yang menciptakan semuanya. Aku bahagia saat suamiku mengucapkan Ijab Qabul di depan Ayahku dan Tuhan. Namun semuanya berubah, rasa bahagia hilang berganti dengan rasa sakit dan ikhlas. - Ingke Kaila Aku lelaki beruntung bisa menghalalkan wanita yang aku cintai. Namun, kebahagian yang aku kira kekal sampai maut memisahkan ternyata hanyalah anganku. - Kairav Javas Disini mungkin aku akan terlihat seperti pemeran antagonis, tapi percayalah ini bukan kemauanku dan bukan kehendakku. Ya walaupun ini semua mimpiku sejak dari dulu, yaitu menikah dengannya - Alana Meise Aku melepaskan dia yang memang bukan jodohku, dan menemukan pengganti dia. Kali ini tugasku lebih berat untuk bisa bersamanya, yaitu menjadi sandaran saat semuanya menjauhinya dan hanya akulah yang dia punya. Kalau aku boleh minta sama tuhan, jodohkanlah dia untukku - Celio Dhafin Radeya Merelakan bukan berarti kalah ataupun menyerah namun hanya mengalah demi keadaan agar tidak menjadi lebih rumit. Selamat membaca kisah rumit mereka ;)
All Rights Reserved
#12
novelwanita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesempatan Kedua
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Darsa (END)
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • TEOLOGI CINTA
  • DIVIDED LOVE
  • Santri Untuk Kayla
  • Dosen Killer | END✔
  • TITIPAN HATI (END)
  • AKU (BUKAN) ISTRI SIMPANAN [END]

"Tolong, beri aku kesempatan ke-dua Rei." Pinta Elyas dengan penuh harap. "Hahahaha." Bukannya menjawab atas pertanyaan dari sang suami, Reina justru tertawa mengejek. "Kesempatan ke-dua untuk apa El? Kesempatan ke-dua agar kau bisa melukai diriku lagi? Kesempatan ke-dua agar kau membuat diriku membencimu lagi? Atau kesempatan untuk air mata ku lagi?" Tanya Reina dengan linang air mata tanpa memandang wajah Elyas. Elyas menunduk dan menggeleng pelan. "Tidak untuk kesempatan agar ku bisa melukai kamu lagi, tidak pula kebencian yang akan ku torehkan, tidak juga dengan air mata yang kau titihkan atas kesalahan ku. Beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu di dunia dan di akhirat ku." "Jangan beri aku harapan lagi El, jangan buat aku terbang setinggi angkasa aku takut akan kau jatuhkan kembali ke inti bumi." Jawab Reina melirik sedikit wajah Elyas. "Beri aku keyakinan darimu lagi untuk yang terakhir kali." Wuahahaha🤣aku paling gk bisa bikin diskripsi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines