The Promised Battleground - Necromancer (DELAYED)

The Promised Battleground - Necromancer (DELAYED)

  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 13, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
10 tahun yang lalu, 23 april tahun 2035, tepatnya saat hari ulang tahunku. Dunia ini entah mengapa menjadi tempat yang lebih suram dari sebelumnya. Melalui sela-sela gang pinggir jalan aku melihat dengan kedua bola mataku yang sudah sangat sulit untuk dibuka demi melihatnya... demi melihat hal itu... hal yang membuat semua orang berteriak menjerit histeris... "PANGGILAN SURGAWI" Begitu mereka menyebut peristiwa itu. Peristiwa yang membunuh hampir 90 persen orang yang melihatnya. 10 persen sisanya yang berhasil bertahan hidup setelah melihat peristiwa itu terpaksa menjaga rahasia kejadian itu dari publik sekarang. Dan mereka yang berhasil hidup sampai sekarang juga menerima anugrah kekuatan tuhan berupa kemampuan di luar nalar manusia biasa. Akulah salah satu dari 10 persen orang yang berhasil bertahan hidup itu, Namaku Lucas Parker, dan aku adalah seorang NATURAMANCER!
All Rights Reserved
#59
esper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Circus Of Dark Days [Done]
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • CATATAN HARIANKU
  • Voynich
  • Heroin Of Emores 【END - TERBIT】
  • Rose Academy [SELESAI] ✅
  • Starlight [ complete ]

'Ini sudah bulan April... dan genap hari ini aku sudah di sirkus ini selama hampir 1 tahun. Aku memang sudah melupakan kejadian yang mengubah hidupku dalam semalam dan... aku juga telah melupakan pertemuanku dengan kak Lax. Semula, kami memang lancar di sini. Lancar... Lancar... Hingga aku menyadari bahwa satu per satu, seluruh rahasia, mulai dari rahasia pembunuhan ayahku, hingga siapa sebenarnya pewaris terakhir sirkus ini. Aku juga menyadari... semuanya adalah omong kosong belaka yang aku percayai dengan mereka. Saat aku mengatakan hal itu dalam hati, aku tidak menyadari bahwa aku sebenarnya seorang...'

More details
WpActionLinkContent Guidelines