A (11-1) [Solid itu kalau ...]

A (11-1) [Solid itu kalau ...]

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 17, 2022
Terima kasih sistem pengacakan siswa kelas sebelas. Berkat kamu, kami dipertemukan. Meski awalnya sempat ingin pulang; nangis ingin pindah sekolah saja rasanya. Ternyata kalian tidak sekalem yang saya pikirkan. -- "Eh, jadi berangkat nggak?" Biba mengecek. "Kok mendung ya," "Ini kayaknya di rumah gue bakalan hujan," "Sorry gaes, jemuran gue belum kering," "Aduh maaf ya, kayaknya nggak bisa nih," "Udah janjian dari minggu lalu, masa batal. Ayo berangkat!" "Gue udah siap. Tapi kalo nggak ada yang berangkat gue juga nggak berangkat," "fix tidak ikut, Bib," "Gini kok mau solid. Situ Solid bukan sih?" -anti baku baku club- Nine [@pyxism] - 2018
All Rights Reserved
#917
receh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Youth Of Lily
  • Don't Talk About Money
  • Bukan Sekedar Teman Sebangku
  • Memories Of School [ON GOING]
  • Bitter Sweet (Season 2)
  • Kandang Setan: Reborn
  • SATU DARAH
  • Jomblo di eskul Pramuka
  • Lena The Troublemaker

TW: Cerita ini mengandung banyak isu sensitif yang dapat memicu. Harap bijak dalam membacanya. Orang-orang berkata bahwa masa muda adalah momen terindah dalam kehidupan. Kita tertawa. Kita menangis. Kita bertengkar dan jatuh cinta tanpa ada alasan yang masuk akal. Semua hal kita lakukan atas nama 'masa muda'. Kita memimpikan impian. Berlari mengejarnya tanpa keraguan. Membuat kesalahan untuk belajar memperbaiki. Ya, kah? Apakah ini yang kita sebut perbaikan? Di mana tawa yang kita bagi bersama sebelumnya? Di mana impian yang dahulu kita kejar? Kau pergi. Kami terberai ke dalam serpihan kekacauan. Masa muda hampir selalu dipadankan dengan rasa sakit. Mereka mengatakan hal itu terasa sakit oleh karena kita masih muda. Itulah sebabnya kita harus berjuang menghadapinya dan menang. Mengapa kita terus berlari hingga kaki-kaki ini dipenuhi luka? Apakah kita dapat memenangkan pertarungan ini? Ini adalah pertarungan yang tidak seimbang pada awal mulanya. Tidak ada yang bersikap adil. Kita harus mempertaruhkan segalanya pada kesempatan pertama. Untuk memenangkannya atau kalah. Dan pada penghujung hari, kemurnian ini akan melebur ke dalam ketiadaan. Rank #159 on Slice of Life Rank #109 on School Life Thank you for reading this story all... 😘😘😘😘

More details
WpActionLinkContent Guidelines