Story cover for A (11-1) [Solid itu kalau ...] by pyxism
A (11-1) [Solid itu kalau ...]
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Mar 03, 2018
Terima kasih sistem pengacakan siswa kelas sebelas.
Berkat kamu, kami dipertemukan.

Meski awalnya sempat ingin pulang; nangis ingin pindah sekolah saja rasanya.

Ternyata kalian tidak sekalem yang saya pikirkan.

--
"Eh, jadi berangkat nggak?" Biba mengecek.

"Kok mendung ya,"

"Ini kayaknya di rumah gue bakalan hujan,"

"Sorry gaes, jemuran gue belum kering,"

"Aduh maaf ya, kayaknya nggak bisa nih,"

"Udah janjian dari minggu lalu, masa batal. Ayo berangkat!"

"Gue udah siap. Tapi kalo nggak ada yang berangkat gue juga nggak berangkat,"

"fix tidak ikut, Bib,"

"Gini kok mau solid. Situ Solid bukan sih?"

-anti baku baku club-
Nine [@pyxism] - 2018
All Rights Reserved
Sign up to add A (11-1) [Solid itu kalau ...] to your library and receive updates
or
#546siswi
Content Guidelines
You may also like
CHEMISTRY DI ANTARA GITA by aidwipi
74 parts Complete
Gita, sosok cewek datar yang kalem tapi kalau udah nemu yang sefrekuensi bisa ikut gila juga. Dan Gita terdampar di kelas 11 IPA 2 yang ada si biang segalanya. 11 IPA 2 menjadi tempat berkumpul idamannya anak kelas lain yang terkenal akan kekompakan dan pesonanya. Tidak ada yang menandingi popularitasnya. Murid yang biasa sampai yang luar biasa ada di sana. Murid yang pinternya di atas rata-rata sampai yang di tengah rata-rata juga ada di sana. Visual penghuninya nggak main-main. Semuanya nggak ada yang nggak cakep. Ketua OSIS, ketua ekskul, anak OSN, model remaja, anak eksis, sampai tukang jualan ada di kelas ini. Meski bisa dibilang Gita punya tampang bad girl, tapi sebenernya polos banget. Belum pernah pacaran bahkan otaknya masih suci belum terkontaminasi virus negatif. Kalau ditanya kenapa nggak pacaran, Gita cuma mengangkat bahu. Bagi Gita, mending hatinya yang kosong daripada perutnya yang kosong. Padahal, Gita banyak yang ngincer, termasuk diincer sama ketua OSIS. Tapi setelah tahu Gita suka sama seorang cowok yang dijuluki 'Pangeran Kutub', mendadak sang ketua OSIS mundur karena teguh memegang prinsip. Awalnya, kelakuan si 'Pangeran Kutub' ini nggak ada manis-manisnya buat Gita, tapi pas udah kenal deket malah jadi sayang. Sayangnya, mereka kejebak friendzone, lalu tiba-tiba muncul sosok murid baru yang ugal-ugalan ngejar Gita dan membuat perasaan Gita jadi bercabang. Siapakah nanti yang berhasil memenangkan hati Gita? Mari ikuti keseruan dunia Gita bersama kawan-kawannya. Selamat membaca dan selamat datang di dunia putih abu-abu yang penuh warna. [JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MULAI MEMBACA]
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 8
Youth Of Lily cover
182 days cover
Memories Of School [ON GOING] cover
Lena The Troublemaker cover
Jomblo di eskul Pramuka cover
CHEMISTRY DI ANTARA GITA cover
The Days for Rukia Kuciki cover
Don't Talk About Money cover

Youth Of Lily

28 parts Complete Mature

TW: Cerita ini mengandung banyak isu sensitif yang dapat memicu. Harap bijak dalam membacanya. Orang-orang berkata bahwa masa muda adalah momen terindah dalam kehidupan. Kita tertawa. Kita menangis. Kita bertengkar dan jatuh cinta tanpa ada alasan yang masuk akal. Semua hal kita lakukan atas nama 'masa muda'. Kita memimpikan impian. Berlari mengejarnya tanpa keraguan. Membuat kesalahan untuk belajar memperbaiki. Ya, kah? Apakah ini yang kita sebut perbaikan? Di mana tawa yang kita bagi bersama sebelumnya? Di mana impian yang dahulu kita kejar? Kau pergi. Kami terberai ke dalam serpihan kekacauan. Masa muda hampir selalu dipadankan dengan rasa sakit. Mereka mengatakan hal itu terasa sakit oleh karena kita masih muda. Itulah sebabnya kita harus berjuang menghadapinya dan menang. Mengapa kita terus berlari hingga kaki-kaki ini dipenuhi luka? Apakah kita dapat memenangkan pertarungan ini? Ini adalah pertarungan yang tidak seimbang pada awal mulanya. Tidak ada yang bersikap adil. Kita harus mempertaruhkan segalanya pada kesempatan pertama. Untuk memenangkannya atau kalah. Dan pada penghujung hari, kemurnian ini akan melebur ke dalam ketiadaan. Rank #159 on Slice of Life Rank #109 on School Life Thank you for reading this story all... 😘😘😘😘