A Perfect Melody

A Perfect Melody

  • WpView
    Reads 295
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 11, 2018
"Ketika kesempatan besar datang menghampirimu, akankah kamu meraihnya atau melewatkannya begitu saja?" Bagi Melody, impiannya menjadi penyanyi sudah terkubur dalam-dalam bersama dengan jasad sang kakak di dalam tanah. Namun, pertemuannya dengan para anggota boyband Archangels merubah segalanya. Cerita ini tidak hanya tentang kisah cinta, tetapi juga impian dan persahabatan yang takkan lekang dimakan waktu.
All Rights Reserved
#865
boyband
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Missing Wings
  • Still The Same
  • Melody untuk Raja
  • Fei 2: A Step Forward
  • ECHO SOUL
  • Boyfriend
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Lagu Untuk Bintang
  • Sherlyta
  • ANGEL : Aku Yang Mencintaimu

Liam, seorang remaja yang bercita-cita menjadi penulis, merasa terjebak dalam kebuntuan ide yang membuatnya kehilangan arah. Di tengah kekosongan itu, ia bertemu dengan Noya, seorang pianis introver yang suka menyendiri di ruang musik sekolah. Pertemuan sederhana itu membuka babak baru dalam hidup Liam. Noya, dengan ketenangannya, menjadi inspirasi yang tak tergantikan bagi Liam, sementara Liam adalah dunia baru yang penuh kehangatan bagi Noya. Persahabatan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang indah namun rapuh. Mereka saling berbagi mimpi dan harapan, hingga akhirnya harus berpisah setelah kelulusan sekolah. Noya pergi ke luar negeri untuk mengejar kariernya sebagai pianis, sementara Liam tetap di Jakarta untuk mengejar mimpinya sebagai penulis. Hari demi hari berlalu, dan komunikasi mereka mulai merenggang hingga akhirnya terputus. Liam tetap mencoba menggapai Noya, baik melalui pesan maupun karya-karyanya. Ia membentuk grup musikalisasi puisi bernama Echoed Wings, berharap suara hatinya dapat mencapai Noya di tempat yang jauh. Namun, meskipun sukses di dunia seni, Liam tetap merasa hampa tanpa kehadiran Noya. Dalam dua tahun tanpa kabar, Liam mulai mempertanyakan segalanya. Apakah Noya masih mengingatnya? Apakah perasaan mereka masih sama? Meski dihantui oleh rasa kesepian, Liam tidak menyerah. Ia terus menciptakan karya, mengirimkan pesan-pesan tersirat melalui musik dan puisi yang ia ciptakan. Ini adalah kisah tentang cinta yang bertahan di tengah jarak dan waktu, tentang perjuangan untuk tetap percaya meskipun segalanya terasa tidak pasti. Liam dan Noya adalah dua jiwa yang terpisah oleh sayap yang berbeda, namun selalu berharap untuk terbang bersama lagi di bawah langit yang sama. Apakah mereka akan menemukan jalan kembali satu sama lain? Ataukah waktu akan menjadi pemisah yang tak terelakkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines