Ukhti, ana uhibbuki kafillah

Ukhti, ana uhibbuki kafillah

  • WpView
    Reads 672
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 11, 2018
Bismillahirrahmanirrahim. "Gue Firli Adinda Frenki, Lo?" " Aakif Raihan Ferdinan, Saya tidak terbiasa berjabat dengan wanita" "Sok suci anjir, najiss" . "Woi rey! Kenapa sih lu setiap gue nyamperin pasti selalu pergi, lu Kira gue hama anjir. Awas aja entar kalau lu udah tergila gila sama gue, gue bakal lari yang jauhhh banget! Pak yu lah, Dasar nyebelin lu bangke!" "Saya tidak perduli, Lari saja sejauh mungkin jika kamu ingin. Jika memang saya adalah tulang punggung mu, dan kamu tulang rusuk saya Maka Allah akan mendekatkan kita. Dan sejauh apapun kamu lari, kamu pasti akan berbalik ke saya lagi dan kita akan sama sama berlari mencari kehidupan disurga nya. Tapi itu kalau kamu tulang rusuk saya sih" "Assalamualaikum bang Raihan, Zahra boleh minta bantuannya lagi bang? Zahra bener bener gak sanggup lagi menahannya bang, Zahra gak ridho bang jika harus memilih itu. Zahra mohon bang, Zahra gak akan bisa bertahan jika seperti ini" Yuk di simak dikisahkan mereka. Kisah maenstream menyesakkan namun memiliki beberapa plotwist didalamnya, semoga berkenan dan bermanfaat. Tenang gak ada poligami kok, ttapii yaa gitu deh. Gaya bahasa santai ya, gak formal banget tapi akan ada beberapa yang butuh formal.
All Rights Reserved
#13
romantisislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Fall in love with Ghost
  • Muhasabah Cinta
  • Bulol [NOMIN]✔
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Hey, AZAS!
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • K.I.T.A
  • Takdir Hijrah dan Sepertiga Malam (On Going)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines