DAMARA [ON GOING]

DAMARA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 2,618
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 4, 2019
#5 in Cewek Dingin [18-05-18] "Di balik ini ada hati serta jiwa yang rapuh." Dara begitu lelah oleh kepedihan hidupnya serta kondisi keluarga nya yang memaksa dirinya untuk dewasa pada belum waktunya. Jutek, judes, tidak suka berbasa-basi, dan lebih cenderung egois serta otoriter, sifat itu yang harus Dara miliki untuk menutupi kondisi dirinya yang sebenarnya. Akankah seseorang masuk ke kehidupannya untuk merubah hari-harinya yang biasanya suram menjadi berwarna? Adakah kalimat setelah hujan akan ada pelangi? atau setelah hujan akan ada badai, di dalam kehidupannya?
All Rights Reserved
#737
fangirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Ramadan Penuh Luka [END] (TERBIT)
  • Vandra [Completed]
  • Devaul • completed
  • Sebuah Rasa
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • LOVE in SILENCE
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines