Gitar, Kopi dan Sepi

Gitar, Kopi dan Sepi

  • WpView
    GELESEN 220
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 15
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Okt. 11, 2018
Gitar adalah salah satu alat musik yang paling Dani sukai. Pada Tahun 2015 Semenjak berhenti minum-minuman keras kini kopi adalah minuman bercafein yang menemani saat Dani bermain gitar. Dan sepi adalah cara Dani untuk menghapus luka cinta, masa lalu dan hura-hura yang penuh hitam. Dani tidak berharap lebih baik dari kamu atau orang lain. Dani hanya berharap lebih baik dari dirinya yang dulu.
Alle Rechte vorbehalten
#527
sepi
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Why Should We Meet? [END]
  • Kembar-kembar Somplak.
  • Torn Between Tommorows [TERBIT]
  • I Love My Self In Another Universe
  • [END] Sunday Morning
  • GAARA 【End】
  • UNREQUITED LOVE
  • One cup of coffee

Daffin Antasena tak pernah menyangka bahwa rehat sebulan sebelum tur albumnya justru membawanya kembali pada satu hal yang belum pernah benar-benar ia tinggalkan: masa lalu. Kembali ke kota tempat ia tumbuh dan jatuh cinta untuk pertama kalinya, Daffin menemukan sebuah kedai kopi yang cukup eksis dan menarik perhatiannya karena konsepnya terasa akrab dan nyaman untuknya yang perlu menjauhi kerumunan. Hingga ia menyadari satu hal yang membuat jantungnya tercekat. Pemilik kedai itu adalah Lea, mantan kekasihnya. Hubungannya dengan Lea berakhir baik-baik saja. Mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan karena tak cukup kuat untuk bertahan dalam jarak, setidaknya menurut Daffin. Namun Lea yang kini berdiri di hadapannya bukanlah Lea yang ia kenal. Gadis yang dulu sensitif terhadap kafein itu kini hidup di antara pekatnya kopi dan aroma espresso. Lebih dari itu, sikapnya pun dingin seolah Daffin hanyalah pelanggan biasa. Tentu hal itu menimbulkan tanda tanya baginya. Apa yang terlewat selama Daffin mengejar mimpinya? Dan mengapa masa lalu yang dirasa selesai dengan baik justru menyisakan pertanyaan yang tak pernah ia ketahui jawabannya? Pertemuan yang tak direncanakan itu membuka kembali luka, kenangan, dan perasaan yang belum benar-benar padam. Di antara pahitnya kopi dan manisnya kenangan, Daffin dan Lea harus memutuskan, apakah cinta lama memang ditakdirkan untuk kembali, atau hanya indah sebagai kenangan? - Coffee Shop Serendipity -

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien