ONLY HUMAN

ONLY HUMAN

  • WpView
    LETTURE 28,119
  • WpVote
    Voti 2,691
  • WpPart
    Parti 19
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mar 22, 2020
Dianggap 'berbeda' karena tak sesuai standar kecantikan yang ada di masyarakat, membuat Halinka menerima banyak tekanan dan hinaan. Binyok, babon, gajah, hingga Bombom_tokoh anak gendut di Ronaldo Wati_ mereka sematkan dibelakang namanya. Hal itu membuanya sinis akan berbagai hal. Tanpa sadar kepercayaan diri pun semakin terkikis dari hari ke hari. Apalagi sejak kedatangannya. Dia yang datang dengan sinar menyilaukan hingga Halinka harus mengerjapkan mata berkali-kali untuk meyakini bahwa ini nyata. Bukan halusinasi dari khayalan terjauhnya semata. Dunia yang Halinka rancang sedemikian rupa demi ketenangan. Mendadak berubah karena sinarnya ternyata ikut memantul kearah Halinka. Dan kalian perlu tahu bahwa Halinka tak pernah menginginkan itu. Karena itu hanya akan membuat Halinka turut menjadi sorotan sekaligus objek yang bisa mereka komentari sedemikian rupa. Dan mungkin tekanan dan hinaan yang dia terima selama ini akan jauh lebih besar.
Tutti i diritti riservati
#85
bodyshaming
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • TEOLOGI CINTA
  • CRAZY GIRL (END)
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • N E L A N G S A(END)
  • AMNESIA [END]
  • Shadow in the Mirror
  • SMILE (Boboiboy Fanfic) HIATUS
  • Dua Jejak (novel teaser)

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti