Reuni

Reuni

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 8, 2018
"Wah Bel, gila lo. Lo pake pelet apa sampe banyak cowok ngeliatin lo kaya gitu. Lo bilang kagak punya temen, kagak ada yang suka. Ini apaan? Tau gitu gue gak usah ikut deh tadi, siapa tau pulang dari sini lo gak jomblo lagi" ㅡ'ㅇ'ㅡ Setelah terlewat 11 tahun, dia mengira semuanya masih sama. Dia mengira semua masih memandangnya sebelah mata. Dia kira semua masih menganggapnya tidak ada. Entah apa yang berubah dari dirinya, hingga beberapa orang malam itu melihatnya bagai melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Satu pertemuan langka itu seperti satu kejadian yang memang ditakdirkan untuk merubah sebagian hidupnya. Bukan hanya satu hati, melainkan tiga hati ditawarkan hampir secara bersamaan. Lalu keputusan apa yang dia pilih?
All Rights Reserved
#52
lyn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Circle
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • Senja dan Sejuta Janji [OPEN PO]
  • Ex or New? [REVISI]
  • MALA
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • ABOUT LILYNN  [Lilynn] - END
  • In Someone Elses Shadow

( COMPLETE) "Kamu tidak takut?" Mulutnya sudah bersembunyi di ceruk leherku. Bukan kata-kata sinis seperti tadi. Tapi sekarang kalimatnya melunak. Apakah dia sudah menyerah? Oke, ayo kita ikuti permainannya. Mau seperti apa akhirnya? "Tidak. Apa yang kamu inginkan? Menikah misalnya?" Ide konyol yang entah darimana datangnya? Sepertinya aku memang butuh sedikit gila. Untuk mengimbangi peranan yang aku lakoni dalam menghadapi skenario hidupku ini. Dia tertawa di tengkukku. Tawa sumbang yang kutahu dengan pasti penuh dengan kejengahan. "Kamu mengasihaniku sekarang, Bel?" Aku menggeleng. "Aku hanya butuh teman untuk menemaniku gila. Sepertinya aku sudah tidak mampu menghadapinya sendirian. Mau gila bersamaku?" Apa memangnya yang bisa dilakukan seorang Farada Isabela, yang dua kali terlibat dalam pusaran cinta sedarah? Mungkin menjadi gila adalah satu-satunya penawar untuk sekian lara dalam skenarionya menjalani hidup. Cerita ini sudah diterbitkan, untuk pemesanan bisa langsung inbox atau email ke retnonofianti@gmail.com Line @retnonofianti WA 0813 7288 9660 Terima Kasih

More details
WpActionLinkContent Guidelines