Story cover for Reuni by AU_Lyn
Reuni
  • WpView
    LETTURE 74
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 3
  • WpView
    LETTURE 74
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 3
In corso, pubblicata il mar 04, 2018
"Wah Bel, gila lo. Lo pake pelet apa sampe banyak cowok ngeliatin lo kaya gitu. Lo bilang kagak punya temen, kagak ada yang suka. Ini apaan? Tau gitu gue gak usah ikut deh tadi, siapa tau pulang dari sini lo gak jomblo lagi"

ㅡ'ㅇ'ㅡ

Setelah terlewat 11 tahun, dia mengira semuanya masih sama. Dia mengira semua masih memandangnya sebelah mata. Dia kira semua masih menganggapnya tidak ada. Entah apa yang berubah dari dirinya, hingga beberapa orang malam itu melihatnya bagai melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Satu pertemuan langka itu seperti satu kejadian yang memang ditakdirkan untuk merubah sebagian hidupnya. Bukan hanya satu hati, melainkan tiga hati ditawarkan hampir secara bersamaan. Lalu keputusan apa yang dia pilih?
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Reuni alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#58lyn
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
In Someone Elses Shadow cover
Ex or New? [REVISI] cover
Aisyah(TAHAP REVISI) cover
Love Circle cover
Bulan Retak di Langit Senja cover
Love's Serendipity cover
Melody Arthadiesa cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
Senja dan Sejuta Janji [OPEN PO] cover
KEPERGIAN SENJA cover

In Someone Elses Shadow

15 parti Completa Per adulti

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?