Curhat Ketua Bajak Laut

Curhat Ketua Bajak Laut

  • WpView
    LECTURES 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 4, 2018
Bulan maret memang sering bikin ruwet. Khususnya buat para pejabat tinggi kalangan perompak. Bagaimana tidak, bulan maret adalah bulan diadakannya evaluasi dan juga pemilihan tahunan kapten bajak laut di perairan sekitar Bengawan Coro. Kalau nilai evaluasi dibawah 5 bisa dipastikan sang ketua bakalan dilengserkan dari jabatannya dan digantikan anak buahnya. Kang Gahar adalah kapten dari kelompok bajak laut Badak Terbang. Namanya sempat kondang setelah menjadi buronan angkatan laut tingkat kabupaten Indienesia. Bagaimana tidak, selama menjabat menjadi kapten bajak laut Badak Terbang ia telah banyak merugikan negara. Salah satunya adalah mengkorupsi uang keamanan di laut perbatasan Indienesia-Mainstreamia. Dua tahun yang lalu Kang Gahar sempat lengser dari jabatan Kapten. Padahal dewan bajak laut memberinya nilai 6 terhadap nilai evaluasinya. Para anak buahnya protes lantaran Kang Gahar dianggap mengancam eksistensi bajak laut Badak Terbang di kancah politik. Namun tahun berikutnya ia mendapatkan kepercayaan lagi dan menjabat kapten lagi. Tahun ini Kang Gahar kembali merasa was-was. Namun kali ini bukan karena takut diboikot anak buahnya. Kegelisahan Kang Gahar muncul akibat diberlakukan kebijakan baru oleh dewan bajak laut. Kebijakan itu mewajibkan setiap ketua bajak untuk memiliki seorang istri. Nantinya para istri ketua bajak laut akan menjadi perwakilan kelompok dalam menjalin hubungan diplomasi dengan pemerintah. "Jangan istri, kenalan sama perempuan saja ndak pernah." curhat Kang Gahar kepada Sarip salah satu awak kapalnya. "Kang, gimana kalau minggu ini kita mendarat dulu di pulau Bunga Kusir?" "Siapa tau disana ada perempuan yang bisa akang peristri." Kang Gahar hanya terdiam mendengarkan ide Sarip. Namun dalam hatinya ia menyetujuinya. Ia pun segera memerintah seluruh awak kapalnya untuk merubah haluan dan berlayar menuju pulau Bunga Kusir. ......
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Prambanan Obsession (END)
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • Him and I (completed)
  • BINTANG&BULAN
  • Thallasophile: War Among the Waves
  • Nerd Boy & Absurd Girl [END]
  • The Antagonist Program (TERBIT)
  • Bulan Merah Wilwatikta [TAMAT]
  • Gerhana

Perjanjian telah dibuat antara Bandung Bondowoso dan pasukan jin. Namun, semesta sepertinya tahu bahwa kegagalan terjadi karena kecurangan yang dilakukan oleh Roro Jonggrang. Roda nasib berputar di luar kendali. Masalahnya, perjanjian gaib tidak dapat dipatahkan begitu saja. Maka konsekuensinya, semua yang terlibat terbelenggu oleh ruang, waktu dan karma. Kejadian akan terus terulang hingga mereka semua memenuhi janjinya. Bandung Bondowoso tidak sama sekali mengalami reinkarnasi karena ternyata dia tak pernah bisa mati. Dibunuh atau bahkan bunuh diri tidak membuatnya mati. Hidup sebagai makhluk abadi untuk menunggu entah apa. Ratusan bahkan lebih dari seribu tahun berlalu hingga netranya melihat sosok mirip dengan wanita yang dicintainya sekaligus dibencinya. Apa Roro Jonggrang reinkarnasi? Tidak mungkin. Penjelasan masuk akal adalah keturunan Prabu Baka tidak habis karena bisa jadi dia memiliki anak lain selain Roro Jonggrang. Apa sang keturunan yang entah keberapa ini akan berkewajiban memenuhi karma dari nenek moyangnya? Akankah sejarah terulang lagi? Bukankah darah lebih kental daripada air. Maka keturunan pengkhianat kemungkinan besar menjadi pengkhianat juga. "Paling tidak, penuhi janjimu terlebih dahulu. Jika setelahnya kau mau kabur atau mati, silahkan! Aku tidak akan menghalangi. Asal kau tahu, aku juga ingin bisa mati seperti manusia-manusia lain. Apa menurutmu hidup abadi itu menyenangkan, haah? Tidak sama sekali. Rasanya sangat... sangat... sangat melelahkan!" ~ Bandung Bondowoso a.k.a Banyu Wisesa Gananantha ~ "Ck, dasar pria gila. Kau ini sedang mabuk atau habis nyabu?" ~ Dara Mahisa Suramardhini ~ PERHATIAN!!! ✾ Another level of Roro Jonggrang's story ✾ Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa itu hanya bagian dari pengembangan cerita.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu