SENYUMAN UNTUK AYAH [Completed]

SENYUMAN UNTUK AYAH [Completed]

  • WpView
    Reads 3,961
  • WpVote
    Votes 188
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 10, 2018
Secangkir senyuman dan sepotong cinta adalah sajian terbaik menghangatkan kebersamaan keluarga, ketika waktu sejenak bercerita tentang sosok luar biasa, imam keluarga. --Ayah. SENYUMAN ayah seringkali terlihat, walau pada saat keadaan yang rasanya lebih layak untuk ditangisi. Dan tangisan ayah adalah hal yang jarang, bahkan hampir tak pernah terlihat. Hanya pada keadaan yang benar-benar memaksa, ada saatnya mata hati ayah juga menangis. Maka saat itu adalah saat yang paling berarti dalam hidup ayah sehingga ayah menangis bahagia, atau mungkin saat itu adalah saat di mana ujian kehidupan memang tak mudah sehingga lelaki setegar ayah pun menangis terluka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Jodoh Dari Allah [ Terbit ]
  • Pasangan Halalmu (END)√
  • Sepatah Kata ✔️
  • Kali Kedua [After Marriage] ✔
  • Tunduknya Senyuman
  • Rumah Penuh Cerita
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines