Sepotong Kisah (On going)

Sepotong Kisah (On going)

  • WpView
    Leituras 1,536
  • WpVote
    Votos 438
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, set 17, 2018
Ketika intuisiku berkata aku akan menjadi milikmu, lalu ragaku bisa apa? Saat sebagian orang tak ingin kembali ke masa lalunya dengan melupakan, aku justru ingin berlama-lama menikmati harumnya kenangan. Keadaan kita yang pernah remaja, mengantarkan sampai tepat di segitiga bermuda. Selamat! Kini kau telah mencuri hatiku. Bawa aku pada intuisimu, dan katakan bahwa aku adalah milikmu. Publish: 08 Maret 2018
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • YOU
  • 1098 day without you [END]
  • Hello You (TAMAT)
  • [END] When the Stars are Tired
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Reyna Aprillia
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Angel To Raya (END)
  • Sekali Lagi (End)
YOU

Cerita lepas tidak dari sequel manapun ⚠⚠⚠ MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. 19+ Malam Biru Kanandrea Bertemu kamu adalah hal yang tak pernah aku duga, apalagi untuk dicintai lelaki seperti kamu yang tak pernah aku bayangkan. Beribu rasa sakit hati, amarah, kekecewaan semuanya bercampur menjadi satu. Tapi aku tak pernah sadar, jika diam-diam aku mencintai kamu. Namun saat aku sadar, semuanya sudah berakhir. Kamu pergi, kamu menghilang disaat aku tahu alasanmu sebenarnya. Akas Delvin Baruna Menunggumu di tempat yang sama membuatku lelah, mengagumimu diam-diam tanpa berani kuungkapkan cinta membuatku tahu bagaimana arti dari menunggu. Sebab kamu tak akan pernah tahu seberapa sakitnya aku melihatmu dengannya, aku hancur. Apalagi saat aku tahu dia ingin melukaimu, aku tak tega Sayang. Tapi kamu tahu? Perasaan cinta ini seiring dengan kebencianku padamu. Aku harap kamu akan mengerti suatu saat nanti. Sering aku bertanya pada sang Waktu, kenapa aku begitu mencintaimu? Kenapa? Padahal kamulah alasanku menderita selama ini. Tapi kenapa? Kenapa kamu tak pernah sadar jika rasa cintaku itu hanya untuk kamu? Kamu membenciku, kamu membuatku berlaku kasar padamu padahal aku tak ingin. Apakah kamu lebih bahagia jika kulepaskan? Maka pergilah, pergilah sejauh yang kamu bisa. Aku tak akan mengejarmu lagi. ©copyright_2019

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo