Jika boleh memilih, Azalea ingin hidup menjadi burung, bebas tanpa memikirkan persoalan dunia. Karena baginya hidup hanya seni untuk mengenakan topeng terbaik. Dia hanya gadis periang yang memberikan kebaikan pada setiap orang, namun salah! Kebaikan tidak seharusnya diberikan pada dua orang yang berkontribusi untuk menorehkan trauma. Azalea Btari harus menelan rasanya penghiantan, dari pacar dan sahabatnya. Lama untuknya kembali bangkit, mencoba menghindar dari ramainya peradaban. Ia tak sadar jika selama ini ada manusia yang berani berperan menjadi apapun untuknya, Janu Brajasena namanya. Manusia yang berhasil menorehkan kembali senyum yang sempat hancur, manusia yang mengembalikan banyak warna yang sempat luntur. Tapi, apakah Janu akan tetap bertahan dengan segala kekurangan Azalea? Apakah ia bisa menebalkan kesabaran untuk menghadapi segala tingkah gadis itu? Atau hanya datang untuk menusuknya lebih dalam dari sebelumnya?
More details