Story cover for SERENDIPITY by el121212
SERENDIPITY
  • WpView
    Reads 1,154
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 32
  • WpView
    Reads 1,154
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 32
Ongoing, First published Mar 05, 2018
kenapa kamu pergi disaat aku mencintaimu??
kenapa kamu hadir disaat aku sudah tidak mencintaimu lagi???
Kenapa kamu selalu membuat hari hari ku berwarna kembali ??
Kenapa kau bisa menghancurkan pertahananku tentang cinta??
kenapa kau nyatakan cinta kepadaku?
Kenapa kau membuatku mencintaimu lagi??
kenapa kau buat hatiku nyaman dan percaya akan hadirmu??
kenapa kau membuat diriku percaya akan cinta lagi??

Disaat aku menerima mu kembali, mempercayai dirimu kembali, mencintaimu lebih dari sebelumnya kenapa kau pergi? kenapa kau hianati cinta ini? kenapa kau hancurkan kepercayaanku?
dan kenapa kau pergi kembali tanpa meninggalkan sepatah kata.....
kenapa? kenapa? kenapa?????


Di saat ku menemukan kebahagiaan baru, kehidupan baru, dan cinta baru saat itu juga kau hadir kembali bersama kedua orang tuamu, meminta restu kepada kedua orang tuaku. Seakan akan kejadian dimana kau yg selalu meninggalkanku tidak pernah terjadi. Semudah itukah kau melupakannya???
yaaa kurasa sangat mudah untuk melupakan kejadian itu karna kau pembuat rasa sakit bukan perasa dari rasa sakit itu.

apakah tujuanmu hanya untuk melihatku mati karna permainan cintamu???
All Rights Reserved
Sign up to add SERENDIPITY to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Cahaya Dirimu by GeraldSty_
11 parts Complete
Pada sebuah perjalanan hidupku yang akan terus berjalan maju dengan semua yang terjadi di masa lampau mengiringi diriku yang sekarang, ada hal yang kuingin kembali dan menggapainya untuk sekali lagi, dengan alasan utamanya yaitu engkau disana yang menjadikan kuingin kembali untuk menggapainya dan kupertahankan hingga di masa yang akan datang ini. Pada saatnya nanti aku akan tahu jelas apa yang akan menjadi milikku selamanya, apakah salah satunya adalah dirimu ? kuharap takdir menjawab iya, karena dirimulah alasanku untuk tetap berharap tanpa kepastian yang jelas jauh disini, terhadap apa yang akan terjadi kelak dimasa depan. Mungkin jika memang sebuah takdir berkata tidak tentang hubungan kita, kuaharap saat aku meninggalkan dunia ini aku bisa membawa semua kenanganku denganmu kembali ke masa lalu untuk memperbaiki hal yang salah dan memilikimu selamanya. Aku akan selalu berharap akan ada orang yang bisa menjagamu secara langsung, bukan sepertiku yang saat ini hanya bisa menatap layar ponsel dengan harapan yang tidak jelas tentangmu dan tidak bisa menjagamu dengan fisik, hanya melalui kata-kata yang tidak jelas apa tujuannya, karena kau terlalu bagus untuk merasakan rasa sakit dari dunia ini. Mungkin untuk mengenangmu aku hanya bisa menyampaikannya melalui cerita sederhana ini yang akan kutuliskan semua pengalamanku bersamamu, yang mungkin menjadi kenangan yang tidak terlupakan, melalui cerita ini kutuliskan bagaimana kita berdua melawan dunia. kisah ini kutulis dan kuharap engkau melihatnya dengan harapan kau bisa merasakan apa yang kurasakan mengenaimu selama ini.
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
[END] Eternal Crystal by Poppytata
37 parts Complete Mature
Kepindahan Krystal ke Korea bersama kakaknya berujung kekacauan. Ketika pada akhirnya dia terjebak dalam satu lingkungan dengan dua pemuda dan satu teman perempuannya, masa lalu dan segala ketakutannya kembali ke permukaan. Mereka berempat berjuang. Mencari tahu jawaban dan solusi untuk sesuatu yang selama ini mengganggu mereka. Kau tidak bisa mencegah hal buruk terjadi padamu. Karena pada akhirnya kejadian itulah yang akan membuatmu bangkit, semakin kuat, dan bertumbuh. Jika kau jatuh dan tidak dapat berdiri lagi? Disanalah temanmu menunggu untuk mengulurkan tangannya padamu. ⭐ "Sebenarnya apa perasaan aneh ini? Ini bukan sesuatu yang biasa ku rasakan." -Krystal Jung, 18 tahun, kesulitan menemukan jawaban bagaimana cinta yang sesungguhnya. "Cinta pertama... memang sulit dilupakan, ya?" -Oh Sehun, 18 tahun, baru menyadari bahwa cinta pertama memang sesuatu yang sulit untuk dilupakan. Tapi dia harus melupakan gadis itu. Dan gadis barunya, juga harus melupakan cinta pertamanya. "Kenapa bisa aku begitu tidak tahu diri? Aku... tidak boleh menaruh hati padanya..." -Kang Seulgi, 18 tahun, merasakan bahwa cintanya adalah sebuah kesalahan yang harus segera ia hentikan. "Pengorbanan memang menyakitkan, sekalipun itu demi dirinya. Aku hanya ingin gadisku terus tersenyum." -Kim Kai, 18 tahun, merasakan sesakit apa pengorbanan demi orang-orang tersayangnya. ⭐ Mereka berempat berputar-putar dalam satu panggung pertunjukan dimana takdir mengatur mereka seperti boneka tali. "Ini sungguh menyakitkan saat apapun tidak berjalan seperti kemauanmu. Seperti... terikat oleh sebuah tali yang mengendalikanmu" Berlatar belakang di dua buah rumah kayu dan Haneul Academy, mereka bernaung, berusaha melepaskan diri dari jeratan tali itu. Krystal dengan ketidaktahuannya, Sehun dengan segala kebimbangannya, Seulgi dengan segala rasa rendah dirinya, dan Kai dengan segenap dilema nya. copyright © 2017 by poppytata All right reserves
You may also like
Slide 1 of 10
Complete (END)  cover
Cahaya Dirimu cover
Written In The Stars - WENGA  cover
BRIDE KIDNAPPING cover
You're Here, But Not For Me cover
DikaRanggi cover
Something is Wrong with the Goddess cover
ALISHA (end) cover
[END] Eternal Crystal cover
Need You cover

Complete (END)

54 parts Complete

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?