Sebuah Rasa

Sebuah Rasa

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 17, 2018
Tapi sepertinya..." Perkataan Doni terhenti, hal itu membuatku penasaran dan membuat jantungku berdegup kencang. Melodi juga terlihat penasaran dengan apa yang akan dikatakan Doni selanjutnya. Tak selang beberapa menit mulut Doni pun terbuka dengan perlahan dan meneruskan perkataanya. "Sepertinya.. Aku.. Su..su...su..ka sama kamu!!!..."
All Rights Reserved
#163
sosweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in Difference
  • REPUTATION
  • ISTRIKU ANAK SMA ( TAMAT )
  • Dia itu..
  • Clouds Of LOVE
  • senior [END]
  • Mas [completed]
  • My Favorite Friend (Complete)
  • Cinta kecil ku
  • Cuaca

🗣 Orang medan wajib baca. Gaya bahasa asli medan. Hari hariku selalu menyenangkan bersama kelima temanku. Tapi setelah bertemu dengan dia, hari demi hari yang kujalani menjadi berbeda. "Astaga, lalap mukakmu aja yg kutengok." ketusku padanya. Tapi dia hanya memamerkan sederet gigi putihnya dan menampilkan bolongan di pipi kirinya. Ah manisnya, Boleh jugalah kalok kudekatin. Batinku. "mau ngapain sih kau?" tanyaku sedikit marah "Gak nyangka aku bakal jumpa kau lagi disini. Pasti kita jodoh." jawabnya tanpa dipikir dulu ..... "Jangan liatin Hp terus, aku mau ngomong ini" pintanya padaku "Ish. Yaudah cepat, kau cuman kukasi waktu 10 menit untuk ngomong. Cepat!" perintahku padanya "Oke. Mungkin kau masih marah samaku atas kejadian semalam dan aku mau minta maaf udah buat kau ngerasa malu. Mungkin kita belum kenal dekat, tapi setidaknya aku mau kita bisa berteman." pintanya dengan suara penuh harap dan penekanan setiap katanya. "Permintaan maafmu kuterima, tapi untuk melupakan kejadian semalam mungkin belum" Timpalku panjang lebar

More details
WpActionLinkContent Guidelines