Hatiku Memilihmu

Hatiku Memilihmu

  • WpView
    LECTURAS 932
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 4, 2022
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Terkadang hati, pikiran dan keadaan saling bertolak belakang. Namun sejauh mana pikiranku dan keadaan menyangkal, jika hatiku terus tertuju padamu. Aku bisa apa? Hatiku tak bisa kutolak hanya dengan pikiran dan kedaan yang tak mendukung, karena hatiku memilihmu. ______ Hanya sebuah kumpulan cerpen yang tidak sempat kubuatkan novel, jika ada yang reader setujui untuk ceritanya diperpanjang (dibuatkan dalam bentuk novel) langsung komen aja di partnya. Kalo aku bisa, aku buatin, tapi kalo nggak maaf.🙏 Salam hangat dari aku😊 selamat membaca😀😄 Cover by ; Hasma Syahar
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Antariksa yang kelabu
  • Setulus Kasihmu (End)
  • Wonderwall - Sebuah Usaha Membangun Rasa
  • DikaRanggi
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Ustadz Is My Husband
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Kekasih Until Jannah

WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA ⚠️ Menjadi suatu kemuliaan bagi seorang Aeraina Hawa ketika di cintai oleh lelaki yang sangat tahu caranya menepati janji. Di jaga selayaknya mahkota paling tinggi oleh keluarga besar. Namun untuk sampai di titik bahagia yang sesungguhnya. Seringkali realita tak sesuai keinginan. Selalu saja ada hal yang membuat hatinya goyah bahkan hampir roboh dan patah. Sebuah kebenaran yang lumrahnya memang teramat pahit untuk di terima. "Gue Asa," lelaki itu menyapa. "Saran gue, lo berhak kok kalau mau bales mereka yang udah nyakitin." "Membalas tidak akan membuatku lebih baik." Ini tentang wanita yang memiliki hati seluas semesta. Mengajarkan banyak hal tentang memberi maaf dan upaya mengikhlaskan. Hingga tiba suatu saat, dunia semakin keras mengajaknya berkelahi. Tanpa jeda dan tak ada henti. "Bunda... Wallahii.. Ini sakit." Maka jalan seperti apa yang akan Hawa pilih nanti? Diam atau melakukan perlawanan demi seseorang yang ia cintai? *** Ini bikinnya pakek keringat dan akal sendiri ya. Jadi jan coba-coba plagiat. Mari berkarya dengan hasil mandiri. Ayo semangat 🤏🏻 ⚠️Di larang keras plagiat

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido