Indescribable Feelin'

Indescribable Feelin'

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, May 31, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Terus aku harus gimana gin? Jelasin sama aku!" Kilatan cinta yang sebegitu besar masih terlihat diantara genangan air bening di pelupuk mata sipit gadis itu. "Lupain gue Sha, lupain gue!" Sederet kalimat yang merupakan bentakan itu diucapkan Ginta dengan tatapan sendu yang sangat kentara. Marsha menggeleng, tak bisa lagi menahan air matanya. Bahunya bergetar disertai dengan senggukan kecil yang mulai terdengar. "Kalo emang ngelupain kamu itu mudah. Aku nggak akan sejauh ini."
All Rights Reserved
#751
regret
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • DeaSea
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • G.H.E.A ✔[END]
  • May I Love You?
  • DRABIA [END]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Summer Triangle  (Revisi)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman