We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Coldest & Sweetest

Coldest & Sweetest

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Dia terus-terusan deketin gue yang diomong cuek dan dingin oleh orang-orang. Apa sih yang dia mau dari gue?" Ayana mengalihkan pandangan ke tembok kamarnya yang berwarna putih bersih. Setiap hari ada saja 'orang itu' yang melintas di pikirannya, meskipun belum pernah bertemu sama sekali. Apa yang akan kalian lakukan jika bertemu dengan cowok yang friendly dengan semua cewek tapi terus mendekatimu meski belum pernah bertemu empat mata?
All Rights Reserved
#9
adlan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Sweetbreeze
  • A Y A N A (Revisi)
  • AYANGNA
  • i hate you bossy!
  • D O M I N A N || RUPHA
  • NERD GIRL [TAMAT]
  • Om, Ayo Nikah!

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines