We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BURUNG ELANG

BURUNG ELANG

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 6, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dipinggir rawa tumbuhlah sebuah pohon asem yang tinggi dan besar.Pohon itu dihuni oleh seekor burung elang.Dirawa itu banyak hewan yang hampir punah karena dimakan oleh burung elang.pada suatu hari yang sangat panas,elang merasa sangat haus.Turunlah dia ke rawa untuk minum air.Ia pun duduk di sebuah batu di pinggir rawa dan meminum air lewat paruhnya,namun tiba-tiba batu itu bergerak,sontak sang elang pun kaget ternyata ia duduk di atas tempurung induk kura-kura.Sang elang pun merasa malu,meloncatlah elang itu, namun sielang pun terpeleset dan tercebur kedalam rawa.Elang pun meminta tolong,namun tidak ada yang mau menolong elang itu karena takut di makan.Melihat hal itu kura-kura merasa kaaihan,didoronglah sang elang ketepian.Namun karena tubuhnya basah kuyub elang masih tidak bisa terbang.Kura-kura pun mengajak teman-teman hewannya untuk membantu kura-kura mengeringkan tubuh elang.setelah tubuh elang kering, para hewan pun mundur dan sembunyi karena takut dengan elang.Akibat hal ini elang menjadi sadar dan meminta maaf kepada semua hewan atas kesalahan yang pernah di buatnya.Elang pun tidak mau mengganggu mereka lagi.Pergilah elang kehutan yang sangat jauh dan tidak pernah kembali maupun muncul di rawa-rawa itu lagi.Para hewan di rawa-rawa pun hidup dengan tenang. 😀😊 TAMAT😉😐 #CERITA TIDUR ANAK
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WARISAN
  • BRAJAMUSTI (BxB)
  • Fallen by Your Hand [BL] ✓
  • Erlangga(ft.Haruto)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • sebuah janji (end)
  • Satintail
  • Equanimity(End)
WARISAN

" bang....lu kenapa...?" tanya daru begitu melihat gue yang menghentikan pergerakan tangan ini dari menarik tali timba, mendapati pertanyaan daru tersebut, gue kembali menggerakan tangan ini untuk menarik tali timba " kenapa sih bang..." tanya daru kembali seraya beranjak bangkit dari kursi pendek tempatnya mencuci pakaian, dan sepertinya suasana hari yang mulai beranjak gelap telah membuat daru tidak ingin untuk berlama lama lagi berada di halaman belakang " enggak tau nih...seperti ada sesuatu yang tersangkut di ember timba ini..." mendengar jawaban gue tersebut, daru menunjukan ekspresi ketidakpercayaannya, dan kini dengan perawakan tubuhnya yang besar, daru mengambil alih tali timba yang berada di dalam genggaman tangan gue lalu menariknya secara perlahan " itu apa bang......?" tanya daru, diantara pandangan matanya yang menatap ke dalam lubang sumur yang gelap ....blupppp... Entah benda apa yang telah terjatuh ke dalam air di dalam sumur hingga menimbulkan suara yang menggema, tapi yang pasti seiring dengan terdengarnya suara gema tersebut, pergerakan tangan daru yang tengah menarik tali timba terlihat semakin ringan, hingga akhirnya ketika ember yang berada di ujung tali timba mencapai bibir sumur, gue dan daru hanya bisa saling berpandangan dalam benak tanya atas apa yang sebenarnya telah terjadi " lu tadi lihat kan bang...sebenarnya yang tadi tersangkut di ember ini, benda apa ya...?" tanya daru sambil memandang ke dalam sumur Sekelumit perbincangan kecil antara gue dan daru adalah sebuah bentuk ketidaksadaran kami dalam menangkap sebuah sinyal alam yang mencoba untuk memberikan kami sebuah jawaban atas misteri yang menyelimuti tempat tinggal kami...yaa...sebuah misteri yang akhirnya memberikan kami sebuah pelajaran bahwa ada sisi lain selain sisi kebahagian yang menyelimuti dari sebuah kata warisan

More details
WpActionLinkContent Guidelines