Story cover for Sky Will End by VanillaaZ7
Sky Will End
  • WpView
    Membaca 2,386
  • WpVote
    Vote 459
  • WpPart
    Bab 25
  • WpView
    Membaca 2,386
  • WpVote
    Vote 459
  • WpPart
    Bab 25
Bersambung, Awal publikasi Mar 06, 2018
"Jangan memaksakan aku menjadi kalian,
karena aku, bukan kalian,"

Ketika kendaraan menyemaraki tanah
Klakson-klakson berdengung dibawa haluan udara
Lampu-lampu kota menjadi bintang
Disitulah aku berdiri
Menatap langit dengan tatapan kosong
Indahnya awan tak berarti lagi disini
Beserta kenangan dan harapan
Aku memang tidak ingin balik ke masa lalu
Setidaknya jika harapan itu berbenih kembali, lebih dari cukup.

Kemana cahaya sakti itu pergi?
Selama para makhluk tanah di bumi
Mengapa cahaya itu bersembunyi?
Layak dirinya yang berada dalam jarak lain
Mengapa harapan itu pupus?
Karena telah dihapus oleh debu
Oleh tangan makhluk tanah
Yang semakin berambisi untuk teknologi

Sebentar lagi aku tumbuh
Kau tumbuh
Kita tumbuh
Mereka tumbuh
Tanpa diawasi manik langit
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Sky Will End ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#33teenfantasy
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Memories in Moon cover
Beautiful Sunshine cover
Putralisha~ cover
Stargazing [SELESAI] cover
Kamu cover
Straight A  ✔ cover
Kelas A [End] cover
Say You Love Me (BAD BOY) cover
Inside You cover
La Vie En Rose cover

Memories in Moon

13 bab Lengkap

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?