My Friend?

My Friend?

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 4, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Eh kampret dia pacar lo yang ke berapa sekarang?" tanya Kiko "Hmmm ke 20 mungkin? Ah 22 iya dia yang ke 22" jawab Adnan "Sialan lo anak perawan dari mana lagi sih yang mau sama makhluk kayak lo itu?" Tanya Kiko heran "Yang jelas karena gua itu makhluk yang ganteng makanya dia mau sama gua, ah udah lah gua mau jemput dia dulu bye ndut" jawab Adnan sambil melangkah meninggalkan Kiko di koridor sekolah menuju parkiran. Disisi lain Kiko menggelengkan kepalanya sambil melihat Adnan dari belakang yang sudah melangkah meninggalkannya menuju parkiran. Gimana jadinya saat Kiko tau alasan sebenarnya kenapa Adnan selalu gonta-ganti pacar? Dan juga tau Adnan yang sebenarnya? . . . . . . Ini cerita pertama gue di wattpad, gue harap kalian suka. Jangan lupa vote and comment yaa!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Hate or care
  • AYDEN ALFINO
  • Marriage, Not Dating
  • RAFA(Rain Rafa)
  • Contract Lover
  • Love Maze
  • Should be Remember
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • GALEN (SELESAI)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines