When Your Eyes are Happy

When Your Eyes are Happy

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 30, 2020
"Terima kasih semesta setidaknya dia orang yang tidak dapat aku lihat masa depan yang hancur, namun semoga kamu bukan masa depan yang hancur untuk kita berdua. Kumohon!" *** "Kamu tampan, kaya, dan pintar Kia. Tapi sayang kamu pelupa dan teledor." "Aku bukan orang yang pelupa dan teledor. Sudah kukatakan jangan sembarang menilai orang lain!" "Iya kamu itu pelupa. Buktinya kamu lupa sama hatimu sendiri ditaruh dimana, yaudah tunggu saja mungkin besok atau lusa hatimu sudah bisa kamu ingat kamu letakkan dimana,Kia. Nanti kalau sudah ingat segera ambil dan letakkan dirumah." Ia berkata seraya menunjuk dirinya yang bermaksud dia adalah rumahku. Bukan tempat menginap.
All Rights Reserved
#978
paranormal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA KITA
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • save me
  • Keazen (A Sly World)
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
  • She Is Mine ! (EXO Oh Sehun)
  • • EUTANASIA •

"Antara Kita" Cinta bisa menyembuhkan. Tapi cinta juga bisa jadi luka yang tak pernah sembuh. Alea, gadis SMA yang tengah mencari dirinya sendiri, jatuh hati pada Angkasa-lelaki dewasa yang penuh ketenangan, namun menyimpan luka lama. Hubungan mereka bukan sekadar tentang tawa dan pelukan manis. Ini tentang pertumbuhan, kesalahan, pengampunan... dan kehilangan. Di antara pelukan yang tak selalu ada, kata-kata yang sering terlambat diucapkan, dan masa lalu yang membekas, mereka belajar bahwa mencintai seseorang tak selalu berarti bisa bersamanya. Ketika kepercayaan diuji, ketika orang-orang di sekitar mulai masuk dan merubah cerita, dan ketika rasa sayang tak lagi cukup untuk menahan retakan... masih adakah "kita" di antara mereka? "Antara Kita" bukan sekadar kisah cinta dua insan, tapi tentang perjalanan menjadi dewasa, tentang ibu yang terlalu keras mencinta, tentang teman yang memendam perasaan, dan tentang harapan yang terus menyala meski nyaris padam. Karena terkadang, yang paling kita perjuangkan, bukan untuk memiliki... tapi untuk memahami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines