Semuanya berawal dari kecelakaan kecil yang tak sengaja, hingga bertemu kembali di persami (Perkemahan Sabtu Minggu) tahun terakhir kak Aldo menjabat. Disanalah aku bertemu kembali dengan cowok tengil dan ugalan itu. Dia murid baru yang jumawa menurutku. Bagaimana tidak, baru berapa hari jadi murid baru dia sudah membuat dua kubu yang tadinya solid dikantin bayangan, tiba-tiba pecah menjadi dua. Akibatnya kubu kedua menguasai kantin utama yang tadinya aman dan tentram untuk siswa lain. Tak ada lagi tempat nongkrong yang asyik saat istirahat bagi sebagian siswa. Cowok dengan julukan "Sangelang" itu membuat kesan pertama yang menyebalkan dan tak suka jika mengingatnya.
Plus d’Infos