YUWA

YUWA

  • WpView
    LECTURI 155
  • WpVote
    Voturi 11
  • WpPart
    Capitole 3
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare sâm, mar 10, 2018
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Seperti pergerakan partikel secara acak, jika sering ada tumbukan maka akan terjadi reaksi. Kalimat itu selalu berputar putar di dalam kepala jia. Perkataan itu adalah salah satu dari bagian teori kimia kelas 2 yang duduk di bangku SMA. Terkadang kita bingung memilih antara mencintai tetapi menyakitkan, atau dicintai tetapi membalaskan cinta itu sulit. Tapi jangan risau karena cinta datang karena terbiasa. Jarak bahagia-dekat menyakitkan Cerita ini terinspirasi dari kisah romance di suatu SMA yang ada di kota hujan. Bagaimana jika mencintai seseorang tapi rasanya seperti kau sedang berimajinasi? Maaf jika ada salah penulisan, ini adalah cerita pertama dari saya.
Toate drepturile rezervate
#455
ikhlas
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Teruntuk Mia
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut