Story cover for THROUGH THE WINDOW by pena_pimedeirr
THROUGH THE WINDOW
  • WpView
    Reads 72,656
  • WpVote
    Votes 4,719
  • WpPart
    Parts 58
  • WpView
    Reads 72,656
  • WpVote
    Votes 4,719
  • WpPart
    Parts 58
Complete, First published Mar 07, 2018
COMPLETED! 💓
SEQUEL PERTAMA Open the Door, Please!

-----

Aku selalu jatuh cinta pada proses. Seperti; proses mengenalmu dari sebuah nama, lalu bertatap muka denganmu, lalu sedikit demi sedikit mengetahui kebiasaanmu, membuatmu tersenyum dari samar kemudian kentara, proses membuat hari-hari kita menyenangkan, proses aku mengetahui bahwa hari pernikahanmu tinggal beberapa hari lagi, lalu menjadi saksi bagaimana hancurnya hidupku karena itu, proses berpisah denganmu. 

Dan proses; bertemu kembali denganmu, mengenalmu kembali sampai aku lupa bahwa pertemuan terakhir kita tak berjalan dengan baik -Georgia Rose Whiteley-
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add THROUGH THE WINDOW to your library and receive updates
or
#62cold
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
[End] Behind The Heart cover
ABOUT US cover
Wife? [COMPLETE] ✔ cover
CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT) cover
GRIZELLE [Completed] cover
Still With You  cover
CONNECTED TO YOU cover
𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃] cover
SEWINDU cover

[End] Behind The Heart

42 parts Complete

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?