serpihan jiwa

serpihan jiwa

  • WpView
    reads 34
  • WpVote
    Stemmen 10
  • WpPart
    Delen 8
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, mei 5, 2018
Bagaimana jika keluargamu tak sesempurna seperti yang kamu bayangkan atau kamu impikan ? Akankah kamu akan menerimanya atau mungkin kamu akan membuat takdirmu sendiri ? Terkadang kita tidak bisa memahami bagaimana seseorang mampu iklas meski kita tahu hatinya hancur menjadi serpihan yang sangat kecil dan berserakan. Dapatkah waktu mengembalikan serpihan hati yang terlanjur hancur ? Ku harap, iya.
Alle rechten voorbehouden
#115
ceritakeluarga
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Canvas of Love (Tamat)
  • Returning Dreams (A romantic novel based on a true story)
  • My Ex
  • Perjuangan Dan Pengorbanan
  • RUMAH TANPA ARAH
  • perjalanan cinta rumit
  • Biarkan Aku Yang Pergi[Sequel End]✔
  • Cinta Tanpa Peta
  • Not Your Fault [SELESAI]

Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen