Jangan pergi

Jangan pergi

  • WpView
    Прочтений 35
  • WpVote
    Голосов 0
  • WpPart
    Частей 3
WpMetadataReadЗавершенная история чтв, апр. 12, 2018
Jangan pergi jauh aku takut saat engkau pergi jauh apa dayaku dan apa yang akan aku rasakan. Sulit untuk mencintai seseorang dari jauh bahkan sulit untuk melihat dirinya,sulit untuk mendengar suaranya,dan sulit untuk melihat dirinya baik-baik saja atau kah tidak baik.Itulah yang aku takutkan saat engkau jauh dariku,dari sisihku,bahkan hidupku. Aku tau takdir takkan memisahkan kita kalau itu emang takdir. Tapi kalau itu bukan takdirnya,ya sudah aku rela dan aku pasrah engkau pergi,pergi yang akan membuat kamu lebih bahagia bersama seseorang yang akan mendampingi hidupmu. walaupun aslinya aku tak rela engkau pergi dari kehidupanku ini. sulit untuk aku lupakan saat engkau mengatakan isi hatimu kepadaku,sulit untuk dilupakan disaat kita duduk bersama,tertawa bersama,bercanda bersama,sulit untuk dilupakan saat aku marah kau lah yang membuatku kembali bahagia,dan juga sulit untuk aku lupakan saat dimana malam minggu engkau memberiku sebuah Coklat dan Oreo. "Gilangku" jangan pergi dari kehidupanku ini.
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • My Last Butterfly
  • Bogosipda hyung[END]
  • di akhir perang
  • Judul Standar - Tulis Judul Sendiri
  • Love And Lose
  • Friend's Zone's
  • My Memories
  • You Are Still The Winner

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту