Bisikan Doa

Bisikan Doa

  • WpView
    Membaca 521
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadLengkap Kam, Mar 8, 2018
"Tuhan, sampaikan salamku padanya." Baris-baris sajak interaksiku dengan Tuhanku. Dari konflik batin, perkara asmara, kejengahanku dengan dunia, dan sedikit refleksi sufistik. Aku bukan Rumi dan aku bukan seorang sufi. Meski begitu, berdoa dalam bisikan adalah sebuah kewajiban. Dan sajak adalah bagaimana aku mencoba bersyair tanpa melepas diri dari syariatnya. Bagaimanapun, ridho-Nya adalah tujuan tertinggi hidup ini. Menyelamlah, namun jangan lupa bernafas. Jangan pula lupakan yang memberi nafas. Jagalah interaksi dengan-Nya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#924
poems
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tuhan, Aku Sayang! (TAMAT)
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Gus Abizar
  • baby boy
  • ZEEDIEN  [End]
  • Transmigrasi Kematian Istri (end)
  • Cinta Berbalut Puisi
  • From Leiden
  • Lembut Seperti Doa

Untuk cinta, kita tidak bisa memilih untuk siapa atau kepada siapa kita mencintai. Itulah yang terjadi, saat aku mencintainya. Aku tidak memilihnya untuk menjadi seseorang yang akan aku cintai, tapi rasa itu tiba-tiba saja perlahan menggunung, dan akhirnya aku jatuh cinta padanya. Namun, jika ini dapat terjadi, jika aku dapat memilih aku akan mencintai siapa, aku akan tetap memilih untuk mencintainya. Karena dia adalah satu di dunia ini, aku tidak akan dapat menemukannya lagi, hanya satu, dia. Hingga akhir, hingga saat ini, rasa ini masih tetap sama untuknya. Aku masih menyimpannya, aku masih akan terus berharap, walau ternyata dugaan dan harapku adalah mimpi, aku akan tetap terus begitu. Kenapa? Karena aku sayang. Tuhan, aku sayang! Aku sayang dia!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan