Nobody's Home

Nobody's Home

  • WpView
    Reads 1,420
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 14, 2018
WpInfo
Fanfic
Rumah dan keluarga seharusnya bisa kita jadikan tempat untuk saling berbagi suka dan duka. Namun apa jadinya jika keluarga yang kita miliki lebih cenderung mengabaikan satu sama lain. Sulit memang harus hidup di dalam lingkup sebuah kelurga yang bahkan bisa dibilang kurang harmonis
All Rights Reserved
#31
toru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why Me? || Zhong Chenle
  • 𝐒�𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • STAY! [serendipity]
  • Growing Up (Vol. 02)
  • Halycon
  • dibalik alyksandr
  • Just Here ✓
  • Home

(BROTHERSHIP + FAMILY) Jika mendengar kata rumah, apa yang langsung terlintas dipikiran? Mungkin orang akan berkata; itu seperti sebuah bangunan hangat, yang setiap kita datang membuka pintu, akan selalu ada orang-orang yang menyambut kita dengan senyum lebar. Tempat yang selalu membuat kita aman dan dapat berteduh dari kekacauan dunia. Atau kita melihat rumah seperti bangunan yang tidak mempunyai arti khusus, yang meski pulang dengan keadaan kacau balau, kita tetap tidak merasa keramahan dunia. Terkadang kita harus mengerti bahwa tidak semua rumah itu ramah. Tidak semua rumah bisa dijadikan tempat pulang, beberapa rumah justru memberi luka paling banyak. "Apakah suatu saat aku juga akan menemukan keharmonisan dalam kata pulang? Atau justru sama sekali tidak?" Pertanyaan itu selalu muncul setiap kali Naren menginjakkan kakinya di bangunan hampa yang ia sebut sebagai rumah. Naren selalu iri, iri dengan mereka yang memiliki keharmonisan dalam kata 'pulang.'

More details
WpActionLinkContent Guidelines