You're The Reason

You're The Reason

  • WpView
    Reads 410
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 28, 2018
Kamu adalah alasanku untuk selalu berharap. Namun jika alasan itu hilang masihkah ada harapan dalam hidupku? -:-:-:- Ameera Zoya Annaila, sejak peristiwa perceraian orangtuanya dunianya seakan hancur. Tak ada lagi senyum dan harapan. Keluarga yang selama ini dia anggap baik-baik saja dan bahagia ternyata tak seperti itu kenyataannya. Perceraian orangtuanya, pernikahan kedua Papanya dan sepupu tersayangnya yang mendekam di penjara seolah menjadi hukuman semesta untuknya. Pertemuannya dengan Kendra Kaivan Mahatma saat pertama kali masuk SMA Antero sedikit membawakan kembali senyuman Ameera yang hilang. Jatuh cinta memang sesederhana itu. Namun ketika Kendra telah memutuskan meraih cintanya, haruskah Ameera kehilangan alasannya kembali? -:-:-:
All Rights Reserved
#6
ameera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • The Hidden Feeling | ✔
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Love Is The Momen
  • MELLIFLUOUS
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Arsyilazka
  • My Beloved Boy (Sudah Terbit✔️)
  • ELZEAN [On Going]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines