We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sabit
  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
-Aku hanya Sabit, bukan bulan di angkasa sana, yang tetap bersinar menerangi bumi meski gelap menyelimuti- Merasakan hidup sebagai anak tunggal yang selalu terpenuhi segala hajatnya saat bersama sang Ayah. Sabit merasa kehidupan itu seakan berubah setelah takdir membawa sang kakak kembali dalam kehidupannya. Merasa tersaingi, Merasa diasingkan ... terlupakan. Dan, karenanya, Sabit memilih meninggalkan sang ayah dengan jauh berkelana. Dengan harapan ketika kembali ayah juga bisa menganggapnya lagi-ada. Tapi, takdir berkata lain. Bukan dia yang meninggalkan ayah, justru ayahlah yang meninggalkannya. Selamanya. Setelah kepergian ayah, kemanakah kakinya harus melangkah? Masihkah ia akan egois? Atau mampukah ia kembali meniti hidupnya seperti sedia kala? Mampuka ia kembali? Tersenyum bahagia pada Dunia. Karena setelah ayah pergi, semua tak sama lagi.
All Rights Reserved
#926
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HARUSKAH KU PERGI
  • SMARA DIKTA
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • GUS ALAN MILIK BULAN
  • Sebuah Dandelion dari 056
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Arsyilazka
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta

Ketika cinta datang aku menolaknya dan ketika ia pergi aku baru menyadari bahwa pentingnya arti menghargai. Bolehkah aku egois? sejenak saja, memikirkan perasaanku tanpa ada embel-embel pengorbanan. Bolehkah aku sedikit berharap? agar bisa bersamanya menatap hari indah, menua bersama dipenghujung asa. Bolehkah aku berhenti? Disuatu titik dimana rasa itu mulai merekah. Bolehkah ku minta bersamamu lagi? mengulang kenangan yang pernah terhenti karna rasa diri belum mengerti. Bolehkah ku meminta menghapus keraguan yang sempat tertanam hingga rasaku mulai goyah tak tentu arah? Bolehkah ku meminta menarik segala ucapan ku untuk pergi darimu meskipun ku tak mau? Tapi itu semua hanya khayal ku menahan segala rasa rindu yang bersemayam dikalbu Atas dasar bersalahku meninggalkan mu dan memilih menutup mata untuk segala rasa sakit yang tak kau tahu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines