Story cover for A&R by tek_dung
A&R
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 08, 2018
Prolog
"Revan!! lo apa-in tempat duduk gue hah! pake bunga segala lagi, mending kalau dengan tangkainya lah ini kelopaknya doang, lo pikir tempat duduk gue ini kuburan dadakan apa?".Agatha menatap tajam kearah Revan yang berjalan mendekati dirinya.
"Apasih sayang? pagi-pagi kok udah teriak-teriak".Revan tersenyum menggoda kearah Agatha yang berkacak pinggang.
Agatha memukul tangan kanan Revan.keras."Sayang palalu peyang. Gue tadi bilan~".Ucapan Agatha terhenti saat Revan dengan tiba-tiba langsung menciumnya. Revan langsung berlari saat dilihatnya Agatha mengambil sepatu Boby yang kalau dilemparkan ke anjing dijamin seratus persen tuh anjing bakalan teler."Revan!!!!.... kampret , kemari lo dasar laknat."Teriak Agatha yang disusul dengan lemparan sepatu Boby yang menggenai papan tulis.
        Bukk..
Boby yang tidur langsung terbangun saat ia mendengar suara benda jatuh.
Dan saat itu pak tomo yang terkenal killer masuk ke kelas Agatha.
Boby yang melihat sepatunya berada tepat di samping meja guru , meminta izin untuk menggambil sepatu kesayangannya.
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add A&R to your library and receive updates
or
#42tama
Content Guidelines
You may also like
Forever Friends ( End ) by lilialestari9
11 parts Complete
Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#
You may also like
Slide 1 of 10
this is me cover
Forever Friends ( End ) cover
Noisy, Fiony. [TAHAP REVISI] cover
Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓ cover
FALLING IN LOVE  cover
Legatha [END] cover
Snow Man (ON GOING) cover
ICE BOY (SUDAH TERBIT)  cover
COMPLICATED cover
HAMA [COMPLETED] cover

this is me

13 parts Complete

"Tasya. Kamu mau kan jadi pacarku?" Degg.. "Astaga! Keysa. Kamu kuat, jangan ngerusak semuanya. Dia sahabat kamu. Tahan! Ga boleh nangis!" Ucap Keysa dalam hatinya. Ia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak turun. Keysa berlari menghindari kerumunan itu. Kerumunan dimana Alvaro sedang menyatakan perasaannya kepada Tasya, sahabat Keysa. "Hai, Key!" sapa Ardy yang tiba-tiba muncul dibelakang Keysa. Secepat mungkin Keysa menghapus air matanya yang sempat jatuh. Keysa tidak ingin ada yang mengetahui jika saat ini ia sedang menangis. Keysa membalas sapaan Ardy hanya dengan senyuman. Senyuman palsu! "Eh, Key habis nangis ya?" tanya Ardy khawatir yang melihat mata Keysa sedikit sembab. "Ah. Enggak, Dy. Kelilipan kayaknya. Btw, Lo ngapain disini?" ucap Aletha mengelak. "Gapapa sih. Abisnya disana lagi ada yang seru malah menyendiri disini. Itu Tasya, sahabat lo ditembak sama Varo. Lo kok malah disini sih?" "Hah? Gue malah baru tau. Gimana Tasya terima? Wah bakal ada pasangan baru nih" *** Aletha Keysa! sudah beranjak dewasa. Ia sudah kelas sembilan. Sudah banyak perubahan, namun tidak dengan... *** Apa hayo? yang penasaran langsung baca aja. Maaf kalo g bagus. Jangan dihujat. Oke? Selamat membaca guys!