Warisan Nini

Warisan Nini

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 9, 2018
"Jia," sahut Umi. Suaranya terdengar cemas karena sedari tadi aku hanya diam. "Umi tahu kamu sibuk..." Kalimatnya menggantung seperti ragu. "Tapi kamu tidak pernah pulang semenjak pergi ke London. Ini sudah lima tahun. Sekarang Nini membutuhkan kamu, Nak. Bukankah dia yang sudah merawat kamu sejak kecil saat Abi dan Umi pergi?" Aku pun menghela napas sebelum berkata, "Setelah dapat ijin, besok pagi Jia akan terbang ke Jakarta. Tolong, Umi kasih tau saja dimana rumah sakitnya. Jia langsung kesana." Kudengar selintas Umi menghembuskan napas lega. Tapi sebelum Umi sempat berkata lagi, aku buru-buru menambahkan, "Ini hanya demi Nini."
All Rights Reserved
#3
nwacevent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Purnama [Un-Publish]
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • Winter
  • CINTA TAK PERNAH SALAH (SELESAI)
  • Story Nisya
  • Stevy & Steve
  • limited to friends or falling in love '?'
  • Perihal Sandwich(End)

[Lom revisi^^] [TAMAT] Aku tidak tahu apakah tempatku benar-benar di sini. Tak seorang pun yang bisa ku ajak bicara. Tak seorang pun yang mau mendengarkan ceritaku. Memiliki sahabat satu-satunya yang bisa mendengarkan segala kelu kesahku, malah pergi meninggalkanku sendirian dalam sunyi, larut dalam kesepian untuk waktu yang lama. Aku butuh teman cerita, aku butuh seorang pendengar, aku butuh kasih sayang dan cinta. Ya, aku gadis yang rakus, aku butuh perhatian lebih, aku ingin dihargai selayaknya manusia. Terkadang, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Tapi, tak seorang pun yang menghargainya. Ini membuatku sakit. Namun, aku bersyukur terhadap suatu hal. Ketika seseorang meninggal, maka akan dikubur sendirian tanpa teman. Setiap orang pasti akan merasakan yang namanya 'sepi.' Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Dan aku, sudah membiasakannya dari sekarang. Jika boleh meminta, aku ingin mati secepatnya. Aku lelah, kenapa aku tetap hidup sementara tidak ada yang menganggapku. Aku juga seorang manusia yang ingin dihargai. Aku juga seorang anak yang butuh kasih sayang. Dan aku juga seorang perempuan yang butuh cinta dari seorang laki-laki. Hidup sebagai tokoh figuran, jika hilang pun tak akan dicari. Semenyedihkan itu memang. Tapi, aku tetap bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk hidup. Setidaknya, aku bisa menulis novel ini walau hanya untuk diriku sendiri. ~Embun Purnama~ Mulai: 2022 Selesai: 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines